Di Tamiang – Agus Widiono

Puisi, edisi 401 April 2026 di sini, yang terjadisetelah kebanjiran,presiden terbaikmengajarkan ketabahan. sedang sejumlah anak-anak menulis masa depan pada tanah yang telah bercampur air matanya.***2026 Di Pelabuhan Belawan mesti kita lanjutkan jugaseparuh perjalanan ini,sebelum hari-hari lewatdengan suasana sunyi. di sini, ada banyak hal yang mesti kita catat,selain melepas rasa cemas,seperti kisah para Belandayang hendak berkuasa,dengan cara berniaga. kemudian, kita berlayar kembalimenuju […]

Larung Tulah – Heri Haliling

Cerpen, edisi 398 Januari 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/larung-tulah/ Aku adalah meranti merah yang telah berusia tiga ratus lima puluh tahun. Tinggiku menjulang seratus dua puluh kaki, batangku luas hingga sepuluh manusia dewasa berpegangan tangan pun tak akan mampu melingkupiku.  Aku adalah saksi. Dari tempatku berpijak di lereng bukit dekat anak Sungai Kahayan, […]

Natal – Wiwit Atra Putra

Puisi, edisi 397 Desember 2025 Pernah kugantung harapanseperti mekar randudi musim dingin. Sedang udara bergetardi ruang lengang,sebelum sumbu sejarahhangus tinggal rangka. Barangkali, rindu dan jarum waktu,akan memutar kembali kenanganyang menyimpan kepedihan. Kemudian malaikat tak bernamaakan menyelimuti kelam malamku,dengan sayap kasih yang tak terdengar. Luka yang membeku di salib kayu itu,berdenting lembutdi hati yang senantiasa menanti suatu penebusan. […]