Rinai Luka – Dea Renaizah
Cerpen, edisi 379 Juni 2024 27 Juli, 15.35 WIBPintu digedor-gedor serupa irama drummer yang sedang menggila. Nai menatap nanar dinding kamarnya. Suara dari luar kamar tidak ia hiraukan, seperti angin lalu yang tidak penting. Tatapan kosong itu membiaskan senyum pedih, tangannya meraba-raba nakas menjatuhkan vas bunga, cermin dan buku di atasnya. Gerakan itu berhenti begitu […]
Melankolia: Laut Nusa – Agus Widiey
Puisi, edisi 379 Juni 2024 marlena, di sini,di laut yang mulai tercemar ini,kerap kudengar jerit camardengan telapak kaki berdarah. mataku menatap,sebelum perahu menepijuga sebelum cinta dieksploitasi. dinding hari nyaris terbatasmembawaku pada pasiryang terasa seperti duri alas. –senja pun mulai raib,di antara magrib dan di hadapan nelayanyang gagal menjaring harapan– maka, marlena, jika pada suatu hari gelombang ini […]