Patung Kijang – Faris Al Faisal

Di bundaran ini, tak banyak yang dapat kauperbuatselain mematung.Menyesap getah malam untuk dieja.Lampu merah yang padam, meraba getardan kecemasan di lingkar mawar matamu.Dalam diammu, telah kausaksikan:pelintas binal—nakal, yang tak bosan    menumpuk dosa di kantong baju.Ia bergegas dikejar bayangan, ketakutannyabukan yang lain.Dan di trotoar, kepedihan masih berlanjut sampai pagi.Yang menggambar peta hidup,tak ada kehangatan dan selimut.Selebihnya […]

Anima Animus – Wawan Kurniawan

dalam diriku yang lainbermukim setangkai bunga merah dengan tiga helai daunjuga duri-duri yang melekat di tubuhnya saat dedaunan gugur di musim baruaku menemukan diriku menjadi harumeski duri kian tajam memanggil darahyang keluar dari kedua mataku hari ini.  tak perlu ada yang paham, siapa di antara kitayang terluka dan bahagia.*** Perjalanan Musim di Kepala sebelum mimpi langit malam adalah selimut […]

Tin Yang Progresif Meninggalkan Tum dan Ton – Liston P Siregar

Jika Bapak kami menemukan panggilan Tum, Tin, Ton maka Mamak yang membeli tiga boneka kecil perempuan dengan wajah serius, tertawa, dan menangis. Boneka yang mencerminkan Tumpal yang serius, MarTin yang riang, dan LisTon yang cengeng.  Begitulah kami bertiga laki-laki dikenal di kalangan keluarga besar Siregar-Gultom di Medan akhir 1960-an namun hingga menjadi bapak-bapak, rasanya, masih […]