Gelang Karet

Hayat Seingatku, pertama kali aku melihat gelang karet berwarna-warni itu awal tahun 2005. Wayne Rooney dan pemain-pemain di Liga Inggris-lah yang mengenalkannya kepadaku. “Dua gelang warna hitam dan putih yang selalu terkait itu artinya kampanye anti rasisme. “ Temanku –yang kebetulan belum lama pulang dari Inggris – menjelaskan. Kemudian, dari berbagai sumber, aku menemukan bahwa […]

Topeng

Hayat 00.01 WIBSeperti biasa aku menutup hari ini dengan duduk di depan cermin. Seperti biasa pula bukan wajahku yang nampak, tetapi topengku yang menjengul. Malam ini, kalau kuhitung, sudah yang ketujuh ribu lima ratus kalinya aku melakukan ritual ini. Setiap malam menjelang tidur, aku mengevaluasi hari yang telah kulewati dan membahas strategi untuk menghadapi hari […]

Duh Gusti! (2)

Duh Gusti!jangan-jangan ayam goreng tepungyang kukubur di perut gendutkudi goreng dengan darah para peternak Duh Gusti!jangan-jangan air minum kemasanyang merawat ginjalkudi sedot dari keringat petani Duh Gusti!jangan-jangan ikan kalenganyang berjejalan di lambungkudi bumbui jantungnya para nelayan Duh Gusti!kenapa aku hanya memikirkan diriku sendiritak hirau kemiskinan disekitarku***

Duh Gusti

Hayat rasanya belum lama, selaksa pilu kau gerojokkangempa di alor, di nabirebanjir bandang yang meluluhlantakan bohorok,banjir bandang yang melahap sawah-sawah penduduk di watu kelir, di cawas, di langkattanah longsor di mandalawangi, di endelangganan kebakaran hutan di kalimantankecelakaan pesawat bertubi-tubikematian misterius orang-orang pemberani dan kini…tsunami menggilas habis seluruh isi perkampungan kamibayi-bayi kami, orang tua ,handai taulan […]

Tentang Penulis Edisi 92

Nabiha Shahab,pegiat lingkungan, wartawan lepas, tinggal di Jakarta. Gendhotwukir,lahir di Muntilan,Jawa Tengah, Mahasiswa Filsafat St. Augustin Jerman, penulis lepas, tinggal di Jerman. Hayat,penikmat seni dan sayur asam

Tentang Penulis Edisi 84

Arie MP. Tamba, penyair dan penulis cerpen kelahiran Medan ini kini tinggal di Bekasi. T. Wijaya, pegiat sastra yang tinggal di Palembang. Mia Singgih, tamat dari Fakultas Sastra UI dan kini tinggal di kota kecil Hilperton, Inggris. Senang bercocok tanam, jalan di alam lepas dan nulis puisi. Hayat, sehari-hari bekerja sebagai karyawan di Jakarta dan […]

Mahar

kan kunikahi engkaudengan mahar sekepala ubanku