Tentang Penulis Edisi 57

Liston Siregar, editor ceritanet. Ikun Eska, penulis tinggal di Yogya, Rezki S. Wibowo, mahasiswa School of Oriental and African Studies. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni asal Yogya sekarang tinggal di London. Syam Asinar Radjam, menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.

Mayat yang Pertama

Ikun Eska Mayat itu ditemukan seorang jurnalis. Ketika perang hari pertama masih berkecamuk. Tanpa uniform. Tanpa secuwil identitas. Kecuali tujuh lubang yang menembus tubuhnya; di jidat, di dua telapak tangan, di kedua belah paha dan di kedua telapak kakinya. Luka itu pun tidak jelas. Mungkin karena peluru. Bisa jadi pecahan mortir. Jurnalis itu menyeretnya sampai […]

Tentang Penulis Edisi 40

Ikun Eska, salah seorang pendiri Asosiasi Platonis Independen, dan sekarang menjadi Sekjen-nya. Redaktur HALTE, Buletin Belajar Menulis Seni terbitan Galeri Kedai Kebun Yogyakarta.J.J. Kusni, orang Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah, dan pecinta satra.Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, hidup antara Jogja-London.

Tentang Penulis Edisi 34

Ikun Eska, salah seorang pendiri Asosiasi PlatonisIndependen, dan sekarang menjadi Sekjen-nya. Redaktur HALTE, Buletin Belajar Menulis Seni terbitanGaleri Kedai Kebun Yogyakarta.Ari Setya Ardhi banyak menulis cerpen, puisi dan esei di berbagai media massa. Pernah memenangkan beberapa lomba cipta puisi, cerpen, esei maupun naskah drama tingkat nasional dan daerah. Ia juga aktif di teater Bohemian Jambi, […]

di tubuh waktu ada – Ikun Eska

kata itu meloncat dari kotak teka-tekimumenggelepar di lantai lalu diammembekukau ingin menjumputnyamengembalikan ke kotakuntuk menjawab sebuah pertanyaantetapi begitu tanganmu ingin menyentuhnyakata itu meloncat ke dalam jamdi dinding kamarmu bergayutpada angka-angka di sanakau membiarkannya dan mengisikekosongan yang laindari detik ke menitdari jam ke haridari minggu ke bulandari ranjang ke kuburanhingga kau lupadi tubuh waktu ada tersiasatu […]

dongeng hujan – Ikun Eska

bahwa hujan itu pernah bercerita padakubahwa bunyi yang datang mengetukgenting rumahmu bersamanyaadalah ia yang pertama kali memandikanmusebelum kau berangkatmenangkap gelap matahari***

crematorium scene – Ikun Eska

dikemasinya daun yang rontok sembilan musimbiji yang ditepiskan cakrawaladinyalakannya pendiangan dari api sendiridan ketika pagi tibaorang menemukannya teronggok menjadi abubersama matahari yang hangus di kolong tungku***

Tentang Penulis Edisi 32

Hok An,tinggal di Frankfurt, anggota IMBAS (kelompok HAM danekologi untuk negara-negara ASEAN), menekuni masalahHPH, HTI, hak ulayat, pertanahan dan perdagangan senjata. Ikun Eska, salah seorang pendiri Asosiasi PlatonisIndependen, dan sekarang menjadi Sekjen-nya. Redaktur HALTE, Buletin Belajar Menulis Seni terbitanGaleri Kedai Kebun Yogyakarta. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja. Pernah bermukim di London dan sekarang […]

Suatu Kali Pernah Ada Bidadari Datang ke Kota Kami – Ikun Eska

Suatu kali pernah, ada bidadari datang di kota kami. Turun dengan cahaya tali malam yang melengkungi langit dan bermula pada cakrawala. Kanak-kanak histeris ketika itu. Mereka yang tengah bermain dengan embun seketika berteriak. “Ada ibu dengan lengan di sayapnya!”Kami, yang tua-tua, pun segera keluar mendapati kanak-kanak yang telah menari, –masih tersisa di kaki bidadari garis […]