Hari Terakhir Lelaki Bermata Kelabu Berpenuh Kerut – Rinanda Tesniana

Cerpen, edisi 361 Desember 2022 Saya mendatangi lelaki bermata kelabu dengan rambut perak yang sudah duduk menunggu. Kerutan yang memenuhi wajah tak menghapus sisa-sisa ketampanan saat muda dulu. Seragam biru kebesaran yang ia kenakan berbau tidak sedap. Bau apek bercampur aroma lelaki tua.  Kami duduk berhadapan di meja panjang yang sudah kusam. Kursi yang sebagian […]

Lelaki Di Ujung Jendela – Ilham Wiji Pradana

Semenjak musim kemaraudaun-daun di pukul anginada yang tiada dari ada Setiap kali sehabis subuhlelaki itu merenungdi jendela yang sudah kusutAngin dingin memeluksetiap napas lunglainya Lelaki di ujung jendelaMerenung dikala kesepianRumahnya yang luas itu;Kosong, kesepian selalu menghampiri. Lelaki itu; senantiasamendengarkan suit-suit burungAda yang tiada dari lamunannyaAngin selalu puas dengan desirnyaGelombang senantiasamencintai bibir pantai Lelaki di ujung […]

Lelaki yang Tak Menuntut Kesetiaanmu – Rizka Nur Laily Muallifa

Ribuan hari lalu, kau diam-diam mengirim sekuntum puisi ke saku celananyaDan tak pernah tahu apa yang ia temukanSebab ia tak pernah mengatakan apa-apa Hari-hari selanjutnyaIa hanya datang dalam bentuk tulisan seriusMemintamu berpendapat tentang pikiran dan telaah-telaahnya Dulu kau mengira ia hanya tak sempat memikirkan hal-hal romantiskarena terlalu asyik di kebun kata-kataKini, dugaan itu kau rasa […]

Rumah Lelaki – Yusuf Arifin

Sejak kecil ia selalu dicekoki oleh orangtuanya bahwa rumahlah pelabuhan hidup. Dari sebuah rumahlah seseorang pergi berlayar dan kembali ke rumahlah ia akan berlabuh. Dunia menyediakan petualangan tetapi rumah adalah tempat berlindung ketika seseorang perlu berkeluh kesah atau untuk berbagi kegembiraan. Hancurnya sebuah rumah adalah pertanda hancurnya dunia yang melingkupi orang. Ia memang tak pernah […]