Perempuan Kelabu – Rinanda Tesniana
Cerpen, edisi 388 Maret 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/perempuan-kelabu/ Aku sebenarnya suka perempuan yang berdiri di sisi kananku. Perempuan berambut panjang coklat, hidung bangir, dagu lancip, dan sorot mata sendu. Perempuan yang berwajah menarik namun kuberi nama Perempuan Kelabu. “Mengapa Perempuan Kelabu?” teman di sisi kiriku bertanya dengan bisik amat pelan. Aku tertawa. […]
Yang Redup Lalu Membara – Rinanda Tesniana
Cerpen, edisi 381 Agustus 2024 Perempuan serupa akar yang menancapkan kuku tajamnya ke tanah untuk memberi kehidupan pada ranting dan daun yang menumbuhi batangnya. Pun ibarat cahaya yang selalu muncul kala langit berubah gelap. Aku memanggilnya Mak. Sejak dua puluh tahun lalu, aku melihat Mak sebagai perempuan paling kuat. Kala itu tubuh Abah terbaring kaku […]
Hari Terakhir Lelaki Bermata Kelabu Berpenuh Kerut – Rinanda Tesniana
Cerpen, edisi 361 Desember 2022 Saya mendatangi lelaki bermata kelabu dengan rambut perak yang sudah duduk menunggu. Kerutan yang memenuhi wajah tak menghapus sisa-sisa ketampanan saat muda dulu. Seragam biru kebesaran yang ia kenakan berbau tidak sedap. Bau apek bercampur aroma lelaki tua. Kami duduk berhadapan di meja panjang yang sudah kusam. Kursi yang sebagian […]