Federico Garcia Lorca, Gema Flamenco, dan Kebangkitan Duende – Sitok Srengenge

Catatan, edisi 406 September 2026 Fajar 19 Agustus 1936 belum sempat menyentuh perbukitan, antara Víznar dan Alfacar, dekat Granada, ketika letusan-letusan senapan memecah keheningan. Di sebuah lereng yang hingga kini tak pernah dapat dipastikan letaknya, seorang penyair berusia tiga puluh delapan tahun roboh bersama beberapa tahanan lain. Tak ada pengadilan. Tak ada nisan. Hanya tanah […]

Osip Mandelstam, Kata Yang Gagal Dimusnahkan – Sitok Srengenge

Catatan, edisi 404 Juli 2026 Pada malam-malam tertentu di Moskwa awal 1930-an, banyak orang berbicara dengan suara yang lebih lirih daripada desir tirai jendela. Bukan karena mereka sedang membahas rahasia negara. Mereka sedang membicarakan puisi. Di sebuah apartemen sempit berlampu redup, beberapa orang duduk rapat. Tidak ada mesin tik. Tidak ada kertas dan pena. Hanya […]

Joseph Brodsky, Pengasingan Yang Tak Usai – Sitok Srengenge

Catatan, edisi 402 Mei 2026 Salju belum turun, tetapi dingin sudah terasa—seperti keputusan yang diambil tanpa suara. Ruang sidang di Leningrad, awal 1964, itu tidak luas. Dindingnya pucat. Suara bergema lirih, seolah setiap kata harus melewati lapisan udara yang ragu—yang menimbang, yang menahan, yang tidak pernah sepenuhnya percaya. Di bangku terdakwa duduk seorang pemuda kurus, […]

Ketika Kita Kata – Sitok Srengenge

Puisi, edisi 372 November 2023 Ketika aku merindukanmu kuputar lagi lagu-lagu langut itu,larik-larik lirik perihal hati, udara, tanah, air, api.Mungkin karena kau musik,harmoni bunyi yang selalumengisi senyapku.Kau desau ketika aku angin,ricik ketika aku air, gemaketika aku ruang hampa. Kau bunyi dan aku makna,hanya jika bersama kita jadi kata. Kadang aku bertanya: demi apa rindu dicipta?Agar kita tak […]

Equilibrium – Sitok Srengenge

Puisi, edisi 369 Agustus 2023 Perempuan itu muncul di ambang undakan batu, di senja yang masygul menjelang Sabtu. Ia serahkan sebungkus bibit bunga, “Tanamlah, mumpung musim masih basah.” Lelaki itu tahu, tak jauh dari situ hujan menderu. Angin melirihkan suaranya di tikungan tebing cadas, meluruhkan dedaun kuning dan di ufuk hari berkemas. Bayang-bayang bergerak di […]