Puisi, edisi 372 November 2023
Ketika aku merindukanmu
kuputar lagi lagu-lagu langut itu,
larik-larik lirik perihal hati,
udara, tanah, air, api.
Mungkin karena kau musik,
harmoni bunyi yang selalu
mengisi senyapku.
Kau desau ketika aku angin,
ricik ketika aku air, gema
ketika aku ruang hampa.
Kau bunyi dan aku makna,
hanya jika bersama kita jadi kata.
Kadang aku bertanya
: demi apa rindu dicipta?
Agar kita tak saling lupa?
Tapi kenangan sebatas kening dan angan
dan harapan hanya ratapan panjang.
Ketika aku merindukanmu
sepucuk puisi pasi
dipagut pagi.
***
2023
Pagi
Pagi adalah puisi,
segala yang bangkit dari sunyi,
fana yang mengada
bersama cahaya.
***
2023
Sitok Srengenge, penyair, novelis, dan esais.