Tentang Penulis Edisi 63
A. Hermawan, wartawan harian nasional terbitan Jakarta.T.S. Pinang, penyair tinggan di Yogyakarta. Lily Nababan, tamatan Fakultas Hukum Universitas Parahiyangan Bandung dan Lembaga Pendidikan Pers Dr. Soetomo.
Prasasti Kelahiran
T.S. Pinang mungkin aku terlahir dengan sebongkah batu dalam dada agar rindu selalu terpelihara, pada terik kemarau dan geredap hujan pada atap, lalu keduanya melahirkan butir-butir pasir yang hanyut dalam aliran sungai tanpa muara, sementara kerikilnya menciptakan riam di setiap simpang aortaku mungkin aku adalah anak kandung gunung karena dari rahimnya batu-batu bertapa dan kemudian […]
Prasasti Kelahiran
T.S. Pinang mungkin aku terlahir dengan sebongkah batu dalam dada agar rindu selalu terpelihara, pada terik kemarau dan geredap hujan pada atap, lalu keduanya melahirkan butir-butir pasir yang hanyut dalam aliran sungai tanpa muara, sementara kerikilnya menciptakan riam di setiap simpang aortaku mungkin aku adalah anak kandung gunung karena dari rahimnya batu-batu bertapa dan kemudian […]
Tentang Penulis Edisi 60
T.S. Pinang, penyair tinggal di Yogyakarta, Farah Rachmat, ketika SMA merebut juara lomba cerpen dalam rangka bulan bahasa terussekolah di D3 FSUI jurusan Perancis, lalu kuliah di The European University Paris dan kembali lagi ke Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI dan sekarang bekerja di Virtual Consulting. Dodi Mawardi, tamatan Universitas Indonesia Jakarta dan sekarang jadi […]
-32′ C
(sore datang dini) sendi ruas jemari kaki gemeretuk kaku nyeri oleh jepitan gigil winter, frost meruncing di ujung rumputan. sore ini aku datang di gerbang dairy farm-mu disambut bau kencing sapi dan kompos jerami, hanya ada sepi dan kristal-kristal salju melayang sesekali, tak ada keramahan. kehangatan seperti apa mungkin hadir dalam musim dingin begini? tetapi […]
Berita Pernikahan
kepada EOM ada tukak di lambung buku harianku. di sana mengalir Musi dan kota yang tenggelam dalam asap hutan yang dibakar. potretmu meloncat-loncat ingin melayangkan sebuah ciuman tetapi kau sudah tak punya perangko tersisa. di lidahku masih ada decap rasa kopi Pagaralam nomor satu, ungkapan cintamu padaku seperti aku masih menyimpan nomor teleponmu dalam daftar […]
Lagu Nostalgia
T.S. Pinang minta meja untuk dua orang, ya. ada yang harus kami bicarakan. penting. tentu saja bukan soal puisi. ini soal hidup dan mati. masa depan kami kalau nanti kami berciuman di sini, tolong tak usah peduli. kami ini remaja. belum begitu percaya pada agama, atau bahkan sudah lupa. bawakan saja hidangan anda yang paling […]
Menatap Luka
TS Pinanglihatlah,luka seratus abad tak lewat oleh badaisementara sayu kelopak matamu lelahdidera berita televisi atau purnama dini harisungguh, ketakutan menjadi semacam rinduselengkapnya
Tentang Penulis Edisi 51
T.S. Pinang, tinggal di Yogyakarta, beberapa puisinya pernah dibacakan di Radio Suara Jerman Deutsche Welle dan RRI Nusantara II Yogyakarta, dan masuk dalam antologi Graffiti Gratitude: Sebuah Antologi Puisi Cyber. Imron Supriyadi, lahir di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah tapi sekolah dan tamat di Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang. Pernah gabung di Teater Aladin, Teater […]
Seekor Tikus
seekor tikus menyusup dalam tumpukan koranmungkin ia sedang membaca berita perselingkuhansambil menikmati remah-remah halaman iklan televisi memendar cahaya remang-remangledakan demi ledakan masih mengianggaungnya menghisap oksigen dalam ruang seekor tikus menyusup dalam tumpukan koranterkesiap sebentar, ada apa gerangan?lalu kembali dengan berita kecelakaan cicak tertawa, tak peduli berita apabaginya tak ada yang istimewa di duniayang ada hanya […]