Dewi Penyair
demikian aku menyimpan rasa cemburu pada waktu-waktu punyamu yang tak bersamaku setelah kutahan-tahankan perasaanku dengan menyimak semua tulisan-tulisanmu agar aku selalu percaya bahwa cintamu adalah kepunyaanku dan ertahun lamanya engkau mengendap di kepalaku menjadi pikiran di tiap siang malamku karena aku sadar benar mencintaimu adalah tantangan yang bisa membawaku berputar pada pusaran tak kenal arah dan aku juga sadar mencintaimu adalah hal terindah dari semuayang ada di langit maha luas ini: sesungguhnya dari sejak mula jatuhcinta rasa cintaku padamu tak pernah padam meski banyak hal berusaha memaksa untuk memadamkan dan menghilangkannya tapi aku ikat kuat di lubuk hati yang paling dalam, aku jaga jiwa dan seluruhmu tetap hidup dan tetap aku rindukan selama napasku masih ada, selama cahayamu tetap kujaga ada di seluruh penglihatanku.
:
jika hidup harus tak mengenal wajahmu, berharap aku tak punya rasa cinta yang terbit untuk siapapun juga
(Bandung, January 2010)