sudah malam, kota. tidurlah bersama titik gerimis yang makin sayup dan suara bisik-bisik daun.
hujan sudah selesai.
orang-orang di emperan
melebur mimpi-mimpi berdebu.
menatap toko-toko yang ditutup
sepanjang deretan gedung.
tinggal sunyi dan sinar lampu. pucat.
sudah selesaikah engkau menenggelamkan masa lalu ke kuburmu?
(bulan telur dadar tersenyum dari menara mesjid. jemaah telah lama bubar membawa kerinduan tentang doa-doa. surga yang tak pernah bosan menantimu).
sudah malam, kota, titipkanlah gelisahmu di museum,
taman-taman dan buku kenangan.
ada rindu yang kausematkan di jantungku.
kubiarkan. sejuta cerita kugantungkan saja di langit-langit kamar yang berdebu. sudah sunyi, kota.
sudah kaunyalakan semua gairah di penginapan lantas kaupadamkan.
(aku masih berdiri di tepian, termenung. menikmati rindu. sendiri-sendiri)
***

Arya Gunawan, tamatan ITB ini pernah menjadi wartawan budaya Kompas, lantas masuk BBC Siaran Indonesia, dan kini bekerja di Unit Komunikasi PBB. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *