jalan-jalan itu terpampang, menawarkan kerlip
lampu semesta. membelah ritual cahaya
yang berloncatan dari setiap sudut panorama
kita tergenang diantara ketersiaan ruang-ruang
hampa. kalimat kosong tak lagi
menjanjikan kesetiaan keranda. sementara
gugur kamboja setia menebarkan
wangi ke setiap lubang pemakaman!
sementara obituari pantai, senantiasa jadi penantian
dengan kesaratan kenang, menggali kubur-kubur
waktu, menancapkan kegelisahan alamat-alamat,
terlanjur menghanguskan peta-peta
harapan bersama pilar-pilar keabadian
merasuki semerbak asap kehampaan
diantara dengus bar, lenguh lagu-lagu
yang mengalir tiada birama. lantaran
notasi bukan lagi pertaruhan
yang mampu diperdagangkan, melumat benak
merasuki pulau-pulau tanpa debur ombak
hanya saja, sesekali obituari itu
menghujam ketersebatangkaraan pantai
sekedar kenangan yang tiada terelakkan, nun.
meninabobokkan impian pada gigir hujan?
air mata tak lagi menyodorkan kegundahan
sepanjang lorong-lorong gerimis. dermaga
jadi impian nanah yang kau bawa-bawa
lewat kebeningan mata sanubari.
ah, kemabukan cuma seantara persinggahan
yang merontokkan nadi, melepas keliaran
menggeliat, dan merontokkan nyanyian darah.
alur tersisa, menghantarkan gemerlap
kerinduan yang memerlukan kebersahajaan
meski jentera terburai tetap saja menggiring
aroma alkohol yang pecah di kepala,
mengangsurkan nurani purba sepanjang
kesetiaan dendam tanpa perlu pelunasan.
merasuki obituari pantai, impian gerangan
mampu menyalakan keremangan lilin
menunda hasrat sepanjang abad,
sekedar membangun prasasti tanpa sejarah.
lalu, temaram bintang jadi percakapan
yang senantiasa terabaikan. Hingga
geliat malam menjelma kesedihan,
mengucurkan entah. kendati kesetiaan
embun selalu meratapi luka, bermekaran.
belantara apa lagi mampu menepis
kesunyian? sementara suara-suara
masa lalu terus menghampiri kemustahilan.
kapan lagi dendang mayat-mayat
berkerumun tanpa nada. aku mencoba
memahami kegersangan cakrawala
maka, jangan biarkan derit surga
sekedar gemersik dahan-dahan,
merontokkan dengus daun-daun,
akar-akar yang kau tanam
terlanjur menghela badai sepanjang dahaga?
Bohemian Jambi, 30 Juli 2002