Di sini kita labuhkan luka dan sepi
Lantas kita berkaca
Cawan-cawan anggur yang berdenting
Seperti lonceng kematian
Yang tak lagi menakutkan
Cermin itu ternyata buram
Mata kita pun terlalu nanar
Untuk membaca kenyataan
Bahkan untuk menjadi nyata
Kini hanya tersisa
Kursi dan meja sunyi
Tanpa jiwa
Kereta terakhir telah lama tiba
Malam sudah semakin larut
Terminus Café CCF Bandung, Oktober 1999