Aku telah preteli segala lencana
Kucuci riasan yang mengerikan itu
Yang dipasang di parasmu
Kunikmati kecantikanmu
Dalam wajah yang ternikmati mata batinku
Kucumbui engkau
Dalam mabukku akan luka
Dalam perih yang meracunikuMungkin mataku terlalu nanar
Untuk menatapmu dengan jelas
Setidaknya aku mampu
Merasai hangatnya rengkuhanmu
Saat tetes darah dari keningku
Jatuh di pahamu
Saat-saat ku berbaring diatasnya
Jl. Kampus II Bandung, Mei 1999