tak usah sebut namamu disini, uny
rinduku mampu mengenal aroma tubuhmu
pada hening yang berpilin, bulan tak selamanya akrab
dengan lautan sebab gelombang sesekali menanggal
pasir tak ketepi. namun kau datang dengan bening
telaga yang mampu membasuh saput kabut pada
jendela rumah juga tafsiri recik gerimis serta udara
basah. ah, senyummu yang magma itu melempar jala
juga dzikir laut mendesir diharum nafasmu. sejenak
kubiarkan kamar ditikam malam dalam penantian
dan malam kian bertambah dalam.
tak usah sebut namamu disini, uny
rinduku mampu mengenal aroma tubuhmu
surabaya 1997