Amir Ramdhani
kugaduhi laci batinmu. sebuah laci yang selalu
terkunci. kau meletakkannya di pinggiran got.
aku ingin mengkampaki kuncinya dan membakarnya
di atas tumpukan sampah.
kugaduhi kardus bengis pembungkus nyawamu.
tapi setiap kegaduhan berubah menjadi jebakan.
setiap pesan berubah menjadi ancaman.
got di mana kau meletakkan laci itu,
seperti membangun daerah kekuasaannya sendiri
seperti tikus-tikus busuk
serupa cicak-cicak
yang tak tidur menterori nyamuk-nyamuk
tapi desing nyamuk tak juga bungkam
mei, 2004