Dokter Zhivago

Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. Rencana Tonya telah diterima dan keluarganya menghuni tiga kamar di loteng paling atas selama musim dingin. Hari Minggu dingin dan banyak angin, muram akibat mendung salju yang besar-besar. Yury sedang libur. Api dinyalakan waktu pagi dan tungku mulai berasap. Nyusha kerepotan dengan balok-balok […]

Makam

sesekali memang harus diam. membuka kembalilaci ingatan masa lampau, lalu meletakkanbeberapa kamper di dalamnyaagar kecoa peliharaanmu tergelepar terkadang ban mobil mesti dikempeskan,ditusuk oleh paku atau diiris dengan golok kejiagar angin lama berganti dengan angin baru tapi perjalananmu belum sampaidan takkan pernah kau temukan tujuantujuan adalah dusta paling laknatsebab apa yang kau genggam saat iniadalah yang […]

Sepasang Mata Dalam Reot Bus Kota

kau datang hanya untuk sialdan siang segera menyambutmudengan tusukan sepasang matadalam reot bus kotadan sepasang mata itu berkuasakepada isi dompetmusekali kau lengahsekali kau terengah-engahsebab sepasang mata itu begitu kompak begitu khianatdengan geliat tubuh begitu licik begitu cerdikdan kecerdikan adalah petaka bagimu12 mei 2004

Keramaian Mengeroyok Kesepianmu

keramaian telah mengeroyok kesepianmumuka-muka penuh murkatembok-tembok yang dekil oleh cipratan piloxtongkrongan-tongkrongan kehilangan napasah, kekonyolan itudan kau cuma gitar bolong terbengongdibungkus cemas “cepat, pergilah!karena kepergian akan cepat menghapus kenangan” setengah mendadak, setengah menjebaktiba-tiba meledaksisanya, asap trotoar begitu pendiam begitu kejam dan kamu sendiriancicak-cicak jatoh dari temboknyamuk-nyamuk oleng sayapnyakeramaian membajak kesepianmumei, 2004

Hutang-hutang Yang Tak Kunjung Tumbang

Amir Ramdhani kugaduhi laci batinmu. sebuah laci yang selaluterkunci. kau meletakkannya di pinggiran got.aku ingin mengkampaki kuncinya dan membakarnyadi atas tumpukan sampah. kugaduhi kardus bengis pembungkus nyawamu.tapi setiap kegaduhan berubah menjadi jebakan.setiap pesan berubah menjadi ancaman. got di mana kau meletakkan laci itu,seperti membangun daerah kekuasaannya sendiriseperti tikus-tikus busukserupa cicak-cicakyang tak tidur menterori nyamuk-nyamuktapi desing […]

Ke Timor Lorosae Aku kembali

Titi Irawati Sabtu pagi itu, 4 September 1999, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan mengumumkan hasil referendum. Embun masih pekat ketika aku bangun. Pagi itu kantor Yayasan HAK, sebuah organisasi hak asasi manusia di Timor Timur yang berdiri sejak tahun 1996, lenggang. Teman-teman masih tergolek di atas tikar di ruang pertemuan. Berbeda dengan hari-hari […]

Tentang Penulis Edisi 77

Titi Irawati, pegiat HAM yang tinggal di Dili, Timor Lorosae. Ke Timor Lorosae Aku kembali akan diterbitkan dalam kumpulan memoar Keping Kenangan..Amir Ramdhani, mahasiswa Mahasiswa Universitas Nasional Jakarta yang rajin menulis di Pikiran Rakyat, Jawa Pos dan media masa lainnya. Luqman Hakim, tinggal du Surabaya dan pernah mendapatkan peringkat III nasional dalam pekan seni mahasiswa […]

Presiden dan Kyai

Kyai,Sudah tak adakah insan bijak di negeri iniSedemikian recokkah moral bangsa iniHingga kau putus turun surau,Tutup kitabmu,Buang terompamu,Ganti sepatu,Buka buku putih,Berdiri di podium,Kampanyekan diri,Jadi presiden di negeri ini Kyai,Benarkah bangsa ini telah keblingerJangan-jangan!Kyai yang terlalu serakahSerakah terhadap umatSerakah terhadap pangkat Kyai,Tak cukupkah sorgaHingga harus mengkapling nerakaJangan-jangan !Neraka kini telah hilang keangkerannyaDesember 2003

Para Presiden Nusantara

Luqman Hakim Presiden pertamaku pandai bicaraNgomongnya sambung-menyambung menjadi satuBukan penjual jamu bukan pula ratu ngegosipSuaranya rangkai nusantaraSayang,Dia binasa tak dipercaya nusantara Presiden keduaku tak pandai bicaraBukan berarti tuna wicaraIa presiden terdukaDuka luka kar’na terlalu erat genggam nusantara Presiden ketigaku tak suka bicaraBegitu bicara cuil nusantaraMaklum dia orang sementaraPengganti orang lama Presiden keempatku terlalu suka bicaraHingga […]