kau datang hanya untuk sial
dan siang segera menyambutmu
dengan tusukan sepasang mata
dalam reot bus kota
dan sepasang mata itu berkuasa
kepada isi dompetmu
sekali kau lengah
sekali kau terengah-engah
sebab sepasang mata itu begitu kompak begitu khianat
dengan geliat tubuh begitu licik begitu cerdik
dan kecerdikan adalah petaka bagimu
12 mei 2004

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *