Puisi, edisi 367 Juni 2023
Kata hati terbuka di balik bencana
Tentang dia dan kita, juga tentang dunia
Kaki kiriku mati tertusuk peniti
Kaki kanan melangkah ke dalam perangkap
Terbanglah engkau burung, oh terbanglah segera
Engkau bebas kau merdeka dan ceritakan pada dunia
apa yang engkau alami oh di sini negeri ini
Kunci pintu berputar mengarah ke kanan
Itu artinya kawan, akhir hayat tiba
Bertiup engkau angin dan bertiup kencang
Oh bisikkan pada dia, si pemegang adalat
Dan bawalah kesejukan bersamamu sekarang
Selamat tinggal rembulan, selamat tinggal bintang
Kami kini menghilang ditelan sang murka, diinjak durjana
Ditelan sang murka… oooo …oooo… ooo
***
Laki-laki 2021
Seorang lelaki di taman yang sepi
Sedang bernyanyi
Dia berkata bahwa hidupnya
Ingin seribu tahun lagi
Dikabulkannya permintaan tadi
Oleh Tuhan Yang Maha Kuasa
Hai dengar kawan, si lelaki tadi menyesali hidupnya
Karna dia mati pada umur seribu dua puluh satu
Lelaki tadi menanggung sepi
Sepi sepi
Lelaki tadi, diapun mati di taman sepi
Pada umur seribu dua puluh satu
***
* . Dari album LTO (1978)
Harry Roesli atau Djauhar Zaharsjah Fachruddin Roesli (10 September 1951 – 11 December 2004). Seniman musik dengan budaya kontemporer yang padat dengan kritik sosial. Memproduksi belasan album yang bisa disebut ‘mbalelo’ jika dibandingkan dengan karya-karya musik umumnya pada masanya. Album ‘Ken Arok, Rock Opera’ (1977) merupakan salah satu album yang mendobrak duna seni Indonesia, dari aspek komposisi dan liriknya. Tahun 2011, dia memproduksi album ‘Jangan Pilih Politisi Busuk’ sebagai dukungan atas gerakan yang dirintis ICW (Indonesia Corruption Watch) pada 2004.