Puisi, edisi 370 September 2023
— dabat ard
tengkuk yang terkurung, taring yang memugar
hari-hari menjadi mesin waktu di balik lembah
— pada tubuh safa, di kota suci itu
setelah kematian para hulubalang bertelinga lebar
yang menjadi alas tidur dan selimut di sunyi gua
membangunkannya dari dingin tidur panjang
ia yang melata menghamburkan tanah
ke atas kepala menandai sejumlah nama
seorang anak menyaksikan di kejauhan
berkepala lembu, bertanduk rusa jantan
alas kulitnya serupa garis harimau tua
lalu tongkat di tangannya berkata, siapakah
hatinya penuh cahaya, wahai tuan pelata
tidak di sini. bukan di sini.
***
2023
Melesat Sejauh Jarak Mata
— burak
ia mengantar seorang ayah
yang rindu kepada anak
ditingalkan di lembah
gurun sunyi itu
ia membawa dua penunggang
di bulan penuh duka, di malam
pertemuan pecinta dan kekasih
berlapis langit
dan pintu-pintu
ia hilang kendali, gemetar
yang lain, lantas berkelana
pelana surga, lampu di dada
temali cahaya, kaki-kakinya
melipat jarak dalam sekejap.
***
2023
Imam Budiman, kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur. Menyelesaikan S-1 Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences. Semasa kuliah, turut aktif di Komunitas Diskusi dan Kajian Sastra Rusabesi. Biografi singkat dirinya termaktub dalam buku: Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, 2017); Ensiklopedia Penulis Sastra Indonesia di Provinsi Banten (Kantor Bahasa Banten, 2020); dan Leksikon Penyair Kalimantan Selatan 1930–2020 (Tahura Media, 2020). Puisi-puisinya tersebar di berbagai media cetak nasional seperti: Tempo, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Indopos, Majalah Sagang Budaya, Majalah Sastra Kandaga, dll. Pada tahun 2017 meraih Penghargaan Student Achievement Award, kategori karya Sastra, dari Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Buku kumpulan puisinya: Kampung Halaman (2016) dan Pelajaran Sederhana Mencintai Buku Fiksi (2021).