Tentang Penulis Edisi 133
Moyank, karyanya pernah dimuat dalam beberapa Antologi Puisi Bersama, antara lain: The Consuming Flame (International Library of Poetry 2000), Graffiti Gratitude (Angkasa 2001), Cinta Pohon Tamar (Jahabersa 2003). Teguh Satyawan Usis, lahir di Jambi, berprofesi sebagai jurnalis di Trans/7, sudah menulis puisi sejak SMP. Dewi Penyair, bukan dari keluarga penyair dan bukan mau menjadi seorang […]
Aku Kupu Kau Bunga
aku kupuyang tak bisa terbang jauhaku kupuyang biasa mengitar taman cinta beri aku puisimukubalas dengan belaian rindu rindu lelaki kepada perempuan kau bungayang tumbuh terkembangkau bungadahaga sentuhan kumbang undang aku menyerbukcinta pada lapisan terdalam aku kupu kau bungagelinjang dalam hembus angin Balikpapan, 21 Maret 2007
Pada Rumah Tua
Moyank waktu telah mempertua usiatubuh kita renta sereot dipandi teras rumahyang berbunyi kreot kreot ketikakita duduki bersama ingatkah masa muda kita dahulu,perempuanku? laksana kupu terbang lincahbegitu perkasa meliuk indahmenembus angin mengitar kebunmenari di antara daun daun kita ciumi wangi aroma bungabikin kita tambah awet mudakita serap pandangan matasemua pencinta warna waktu telah mempertua usia kita,perempuanku […]
Tentang Penulis Edisi 82
Taufik Wijaya, penulis yang tinggal di Palembang, Deny Suwarja, seorang guru di Jawa Barat, Moyank, bekerja di perusahaan tambang dan kerap menulis puisit.
Cahaya Kesunyian
kesunyian inikapankah segera berakhir? hening telah membisukankuhati menjadi demikian murungrindu tergantung di dahan harapsedang buah cinta tak mampu kudapat kesunyian inibilakah tergantikan dengan keramaian? walau aku mampu untuk menahansegala perih dalam dadanamun aku tak sanggup mengusap air matayang terus mengalir daritelaga matamu yang indah itu setiap kunyalakan lilinbukan cahaya kegembiraan yang terjalinhanya diam yang tak […]
Rindu Yang Pergi Jauh
aku ingin tahuseberapa jauhkah awan pergimembawa mimpi kanak-kanakke arah senja seberapa jauhkah perjalanan awandiusung angin; dari desa ke kota , sampai ke negeri asingdari kunjungan wisata seberapa jauhkah langitmelapangkan perjalanan awanyang rindu pulang dan seberapa pulakah rinduyang telah mengawan kulukisdi atas kanvas lelangit tuhanTanjung Santan, 23 Juli 2004
Repihan Rindu
kueja kembali aksara demi aksarayang dulu melenakanku pada sebuah anganmungkin juga harapan kata demi katakini kian tak berartisemuanya kabur dan hanya jadi mimpi ketika kusadari aku tak mampumenjadi seorang kekasihsedapat mungkin aku pertahankanrintih yang selalu berteriakdengan lantang dalam hati sementara kau mungkin tersenyumdi balik tirai malamyang tak sanggup kusibakuntuk sekadar menatap wajahmu kupunguti repihan rindu […]
Kekosongan Hati
Moyank ruang ini telah kosong kembalitak berpenghunisemua kenangan telah tersisih sekejap seperti mimpi yang datangkau bermain kemudian pergi menghilang ruang ini telah kosong kembalisementara ini kubiar tetap beginimungkin suatu hari nanti akan ada yang mengisimemainkan peran yang lain sebagai pengganti entah sekedar bermain kembaliatau tinggal lebih lama lagiTanjung Santan, 17 Juli 2004
Tentang Penulis Edisi 70
Selma Hayek, pegiat HAM tamatan SOAS London, kini tinggal di Dilli.Moyank, Tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia. Karyanya pernah dimuat dalam beberapaAntologi Puisi Bersama, antara lain: The Consuming Flame (International Library of Poetry 2000), Graffiti Gratitude (Angkasa 2001), Cinta Pohon Tamar (Jahabersa 2003). Qizink La Aviza, Tinggal di Anyer. Karyanya dimuat di Fajar Banten, Harian […]
Musikalisasi Senja
aku telah mengerti seperti biasaketika jendela terbukamatahari hilang warna suara beburung manggungdi pinggir gunung saling sahutmenanda waktu mulai beringsut tapi hati kecil ini masih bertanyakekasih yang dirindu kapan kan tiba detik tak henti mengejasementara angin tua perlahan membacabisik kecilmu dari seberang sana