Poltak dan Mamak, pada suatu sore
Poltak akhirnya bertanya ke Mamaknya, di satu sore yang tenang, ketika Mamak sedang memilah-milah pakaian yang sudah disetrika, siangnya. Di ruang serbaguna, penghubung antara kamar mandi dan dapur, melantun lagu Terang Matahari, pelan tapi riang, dari pemutar kaset mono yang dihibahkan abang sulungnya, yang baru membeli seperangkat audio Sony dan surrounding system untuk TV. Sejak […]
Teheran Dalam Stoples
12. KingkongAku berada di tengah tanah lapang yang berdebu, duduk di atas ayunan membunuh jam istirahat. Khafsah sedang bermain kelereng dengan teman-teman lain dan aku sedang ingin bermalasan di atas ayunan. Siang tengah hari itu cukup terik walau hembusan angin cukup mendinginkan cuaca, dan aku merasa agak ngantuk, apalagi terayun-ayun dan tak banyak suara bising […]
Sia-Sia
Penghabisan kali itu kau datangmembawa karangan kembangMawar merah dan melati putihdarah dan suciKau tebarkan depankuserta pandang yang memastikan. Untukmu Sudah itu kita sama termanguSaling bertanya: Apakah ini?Cinta? Keduanya tak mengerti Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri Ah! Hatiku yang tak mau memberiMampus kau dikoyak-koyak sepi***
Sendiri
Sendiri Hidupnya tambah sepi, tambah hampaMalam apa lagiIa membenci. Dirinya dari segalaYang minta perempan untuk kawannya Bahaya dari tiap sudut. Mendekat jugaDalam ketakutan menanti ia menyebut satu nama Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu?Ah! Lemah lesu ia tersedu: Ibu! Ibu!***
Penulis Edisi 249
Liston P. Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]