Orang Yang Pelan-pelan Menyetubuhi Malam

orang yang pelan-pelan menyetubuhi malam,pelan-pelan langkah keongnyaterpelanting ke atas kasur lapukruang-ruang yang tak berwaktumenimpuk dunia dengan segenggam dustasedang, purnama telah penyok menjadi sabit kalian telah mengobrak-abrik kamar otaknyakalian telah mengacak-acak isi lemari otaknyabarangkali kalian akan sampai di anak tangga ke 9dengan membawa malam penuh murkatapi koin-koin dendam telah terlanjurdimasukkan ke dalam celengan hatimei, 2004

Skhizoprenia

mau makan lapar makan mau laparorang kaya ada banyak pelit kayauang adalah daun yang rontok ke tanahuang adalah ketombe yang gugur ke jidatlalu tak sengaja kemakan ke mulutmau makan lapar malah makan ketombe butut mengapa suara itu lagi yang datangsuara yang katanya nasehattapi nyatanya cemooh bejat aku telah menggergaji mataharidalam diskriminasi bulanbulan yang mengendap dalam […]

Episode Penyair

Amir Ramdhani mengapa penyair bersinar redup? tiba tiba saja semesta jadi hampasegala hampa manusia berubah jadi sepisepi gurau tawanyasepi ocehannyasepi suara hatinya matahari jadi matibulan sekarattapi sebenarnya mati segalanya bermuara pada tapitapiku tapimutapi yang tak pernah bersatudan seharusnya kita satu perahutapi ke mana lagi kubawa engkaujalanan sudah berdebu april, 2004

Tentang Penulis Edisi 95

Mula Harahap,pengelola penerbitan dan pengurus Yayasan Adikarya IKAPI. Amir Ramdhani, mahasiswa Universitas Nasional Jakarta yang aktif menulis puisi sejak SMP

Ganyang Malaysia, Kenangan Masa Kecil

Mula Harahap Rame-rame soal ketegangan di perbatasan Indonesia-Malaysia mengingatkan saya akan suasana Ganyang Malaysia di pertengahan tahun 60-an: Politik yang hingar-bingar di tengah situasi ekonomi yang sulit. Saya jadi curiga, apakah semua ini bukan akal-akalan pemerintah? Mencari musuh bersama di luar agar rakyat melupakan kesulitan ekonomi. Pada masa itu saya duduk di kelas lima SD. […]

Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Tiap kali kereta berhenti, Tonya duduk tegak dengan hati-hati agar kepalanya tak terantuk plafon, lalu menengok ke bawah lewat rekah di pintu untuk melihat apakah ada gunanya keluar. Hal ini tergantung dari besarnya stasiun, dari berapa lamanya kira-kira berhenti dan sebagai akibatnya kemungkinan jual […]