Ketika Kehilangan Menyisakan Nyeri – Faris Al Faisal
Malam mengakar dan menancap pada lingkar matakuHilang binar, mungkin ada lebam yang mulai menghitam Aku melihat dia pergi tanpa diikuti bayangannya Padahal cintaku telah sempurna cahaya purnamaPutihnya, dan ketika kehilangan menyisakan nyeri sekali Yang kurasakan hari-hari tentu akan terasa beratSungguh, beberapa kenangan masih meniupkan rindu Aku heran perasaanku yang kadang benci dan kadang cinta Tidakkah […]
Patung Kijang – Faris Al Faisal
Di bundaran ini, tak banyak yang dapat kauperbuatselain mematung.Menyesap getah malam untuk dieja.Lampu merah yang padam, meraba getardan kecemasan di lingkar mawar matamu.Dalam diammu, telah kausaksikan:pelintas binal—nakal, yang tak bosan menumpuk dosa di kantong baju.Ia bergegas dikejar bayangan, ketakutannyabukan yang lain.Dan di trotoar, kepedihan masih berlanjut sampai pagi.Yang menggambar peta hidup,tak ada kehangatan dan selimut.Selebihnya […]
Pintu – Faris Al Faisal
Muara adalah pintu—mulut kecil yang selalu terbuka bersuara kepada lautdunia bagi ikan-ikan ke surgamenuju kemerdekaannya Di bawah langit yang berpayung birusungai diwarnai daun teratai dan sepasang angsa putihsebentar kemudian datang seorang pelukismasuk ke ruang imaji, seperti puisi Pandangan pun melebar dan kagumbertemu banggasetelah menempuh panjang jalanjarak yang mengembara hari-hari menyulang bahagia Dan pintu itu berderit,menanggalkan segala jerit ***Indramayu, […]
Meja Dan Peta Benua – Faris Al Faisal
Sebuah meja makan, sebuah peta benuadihidangkanmenghidupkan makan malam Kita berlayar ke gelas samudra yang cairdi sela jarak piring dan mangkukyang dekatyang makin eratpulau-pulau dan nyanyian burung camar Petualangan kian puitik, ke sudut-sudut lautyang tak bertepimemecah debar ombak oseanmencari garisbatas dunia dan cinta Diam-diam, kita telah sampai ke ujung perjalanantak ada yang tertinggal kecuali sisa remah yang […]