Kota Arkanda – Ilham Wahyudi

Cerpen, Edisi 403 Juni 2026 Lima belas tahun yang lalu, Tuan Arkanda membangun sebuah menara kaca setinggi 32 lantai di jantung Kota Purnatama. Bukan gedung perkantoran biasa. Menara kaca itu dirancang dengan fasad kaca impor dari negeri jauh, memantulkan langit dan matahari sehingga siapa pun yang melintas akan melihat bayangan dirinya sendiri, kecil dan terdistorsi. […]

Buku Kecil di Leningrad – Ilham Wahyudi

Cerpen, edisi 393 Agustus 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/buku-kecil-di-leningrad/ Salju turun, serupa serpihan kertas yang terlepas dari buku harian tua. Jendela beku. Angin tipis merayap dari celah bingkai kayu yang lapuk. Aku menempelkan dahiku pada kaca, menggambar lingkaran kecil dengan jari yang nyaris beku. Di luar sana: langit putih, jalanan putih, dan kematian […]

Perjalanan Doa – Ilham Wahyudi

Puisi, edisi 376 Maret 2024 seorang dermawan yang mendatangi markas besar duka lara tidak pernah terkejut kala menemukan gelas kering kerontang; dibukanya kran penutup wadah, dan mengalirlah apa yang patut dan mesti mengalir. Dia tidak takut kering?  tanah kering yang merindukan benih itu tak sekalipun mengada-ngada ketika melayangkan doa ke langit terik; direntangkannya tangan dan […]

Senin – Ilham Wahyudi

Puisi, edisi 370 September 2023 Entah dari mana mula kisah tentang kau yang pemalas dan pengeluh. Sehingga ramai belaka yang membenci corak batikmu; cerah perawakanmu. Bahkan lancang pula menyepadankan kau pada kusut benang tidak terurai. Padahal sungguh, betapa adiluhung kau di hadapan Sang Kekasih, manakala keanggunanmu dipilihNya sebagai selimut kelahiran pembawa cahaya. Lihat, tak sedikit […]

Silam – Ilham Wahyudi

Puisi, edisi 366 Mei 2023 Terlampau melarat pada cahaya membuatnya jauh dari sukacita. Bila namanya tersebut alangkah muram wajah jelita; pun jejaka. O, semua mata bertekuk lutut kepadanya kecuali beberapa yang bersayap serta beberapa yang memanjat. Di tubuhnya yang luas beragam rahasia terkubur rapi; banyak yang mencoba membuka namun banyak pula yang terjungkal sia-sia. Sungguh […]

Surat Elektronik Pria Pandemi – Ilham Wahyudi

Kawan kerja semasa tinggal di kota kelahiran dulu mengirim surat elektronik, tentang PSBB di kotanya serta karantina wilayah selama tiga bulan belakangan. Imbasnya ia dirumahkan dengan gaji dipotong 50 persen. Saya manggut-manggut saja, cerita yang sudah jamak terdengar sambil tertanya-tanya, kenapa pakai surat elektronik, bukan WA.  Berikutnya yang membuat saya terperanjat, tentang  peraturan jaga jarak […]