Puisi, edisi 366 Mei 2023

Terlampau melarat pada cahaya membuatnya jauh dari sukacita. Bila namanya tersebut alangkah muram wajah jelita; pun jejaka. O, semua mata bertekuk lutut kepadanya kecuali beberapa yang bersayap serta beberapa yang memanjat. Di tubuhnya yang luas beragam rahasia terkubur rapi; banyak yang mencoba membuka namun banyak pula yang terjungkal sia-sia. Sungguh jubahnya teramat anggun jika para insomnia coba mengenakannya; kelewat lancang mereka! Maka lembutkanlah hati kepadanya, sebab kepada cinta ia takluk belaka.
***
Kuncit, 2023

Sedap Malam

Kata nenek ia sundal. Merayu pancaindra keluar bersimpang. Tetapi di timur India sungguh ia laksana ratu tanpa mahkota; wanginya meruntuhkan istana raja. (Bukankah suku Asmat juga memuja baunya?) Sangat terampil ia menyaru dalam nama, setakat lidah bangsa Persia pun takluk memanggilnya Maryam. O, betapa memesona ia kiranya, sehingga pengantin-pengantin Aloha rajin belaka mengenakannya.  Namun sarau tak dapat ia menampik; mudah percuma ia layu di makam—di masa Victoria yang jelas terang makmur-berjaya.  Tapi tunggu sekejap! Tahukah Tuan dari mana ia berasal?
***
Kuncit, 2023

Sakit

Ia petik luka dari tubuh luka yang sekarat; agar pedih tidak pergi ke mana-mana. Seumpama nganga sayatan diguyur jeruk muda belia. Mungkin akan lebih dramatis bila sebuah lagu (sebut saja) Get Your Gun, Marilyn Manson diputar bersamaan, lampu mati, dan darah yang menggenang di lantai—kengerian yang sahih. Ia menjerit, tapi bukan sakit. Itu suara yang terkubur dari ruam masa lalu (masa kanak-kanak) yang pilu. Dan luka itu meluas; terus meluber ke masa-masa akan datang. Ialah luka; yang kini kita sebut sakit.
***
RestArea 100, 2023

Sepi

Coba jatuhkan sebuah jarum di lantai

Pelankan suara berisikmu

Kosongkan pikiran sakitmu

Dan tegakkan pendengaranmu

Kau dengarkah gelegar sepi;

Di kepalaku?
***
Borneo, 2023

Ilham Wahyudi. Lahir di Medan, Sumatera Utara. Ia seorang juru bicara bagi teman-teman yang tak mau bicara dan Fuqara di Amirat Sumatera Timur. Puisi-puisinya ada yang ditolak redaksi ada yang dimuat redaksi. Buku kumpulan puisinya ‘Pertanyaan yang Menyelinap’ akan segera terbit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *