Dahaga – Khanafi

kubiarkan dahaga ini menampung seluruh binatangyang menyebar di segenap pembuluh darahdan meraung di lambung-lambung yang kerontangtak ada oase di padang perutku, sepenuhnya ia gurundan kuletakkan jiwaku serupa majnun di sanadan kelaparan menjadi kerinduan, menjadi alammenjadi kuburan Laila, laila,laila ha illallah… kuhempas-hempas diri sebagai debuaku hanya debu di telapak kakimuo al Musthafa, bersikap lembutlah padakubiar terik […]

Kematian Berwarna Jingga – Khanafi

setengah malam menyerahkan padaku mimpi paling kelamsebelum bintang-bintang gugur memandangiku sendirian sebelum seluruh penglihatan padam di ujung kabut yang turun perlahan sebelum lampu terakhir surup di ujung jalan ranjang yang membeku, dan bersamakukematian berwarna jingga menjelang petang berikutnya ketika kereta berderit menuju kota  dan sisa malam itu, sayang mendekam pada jam yang jarumnya patah di dasar tubuhku ***2020 Dilemparnya Warna Itu dilemparnya […]

Pagi Hari di Sebuah Kotak – Khanafi

aku ingin bangun pagi hari, melihat lampu kota putih memecahkan pemandangan gedung-gedung, pintu yang masih tertutup dan beberapa mimpi yang lembur menjelang tidur, udara yang letih mengembalikan napas, kendaraan yang melintas dan menyelinap bebas, dalam sisa embun terakhir yang telah bercampur debu, kudengar lagu lelap yang lamat-lamat tidak tentram terputar di sebuah toko dua puluh […]

Cerita Tentang Omong Kosong – Khanafi

Ia tidak memulainya. Malam itu, ketika hujan berlangsung di luar jendela, keadaan tidak basah, di kamar. Bukan ia yang duduk di hadapan meja mendengar bunyi hujan yang tak ada. Sama sekali saat itu pintu tak menerima siapa pun, tapi kita tidak sedang menghadapi pintu atau berada di hadapan pintu mana pun. Kita juga barangkali tidak […]