Bersama Perempuan Yang Mau Bunuh Diri di Sungai Thames – Liston P Siregar

Catatan, edisi 360 November 2022 Di Inggris Hari Pahlawan jatuh pada 11 November dan hening cipta secara nasional berlangsung pada pukul 11.00 tepat selama dua menit. Hening cipta dilakukan saat upacara resmi versi pemerintah di jalanan di depan kediaman resmi Perdana Menteri bersama Raja Charles III dan veteran perang, maupun oleh para karyawan di kantor-kantor, […]

Tin Yang Progresif Meninggalkan Tum dan Ton – Liston P Siregar

Jika Bapak kami menemukan panggilan Tum, Tin, Ton maka Mamak yang membeli tiga boneka kecil perempuan dengan wajah serius, tertawa, dan menangis. Boneka yang mencerminkan Tumpal yang serius, MarTin yang riang, dan LisTon yang cengeng.  Begitulah kami bertiga laki-laki dikenal di kalangan keluarga besar Siregar-Gultom di Medan akhir 1960-an namun hingga menjadi bapak-bapak, rasanya, masih […]

Pejuang Vaksin – Sanie B Kuncoro

Akhirnya saya berhasil mendapatkan vaksin di awal Agustus 2021 ini, setelah mendaftar dan didaftarkan oleh berbagai pihak sana-sini.  Ternyata proses vaksin memberi beragam cerita pada setiap orang. Ada yang mudah, ada yang rumit berbelit. Ada yang menolak vaksin, ada yang berjuang demi mendapatkannya. Ada yang mencurigai vaksin sebagai bagian dari konspirasi, ada yang mengganggapnya sebagai […]

Namboru Carmel di Tanah Rantau – Liston P Siregar

Mengenang Carmel Budiardjo: London 18 Juni 1925 – London 10 Juli 2021 Musim panas 1995, saya mendarat di London, tempat yang asing. Memang setahun sebelumnya saya bersama istri jalan-jalan menjadi turis yang cuma berkunjung ke tempat-tempat wisata di permukaan kehidupan keseharian warga London. Tapi kunjungan kedua adalah untuk tinggal dan bekerja, sama seperti warga London […]

Imagine-nya Lenon di Abad 21 – Lenah Susianty

Desember tahun lalu, ketika musim dingin mencengkramkan giginya di London, saya masuk dalam barisan antrian ular panjang di depan Kedutaan Perancis untuk minta visa. Pada kunjungan pertama, antrian sudah lebih 20 meter ketika saya tiba dan begitu saya berhasil mencapai pintu konsulat, petugas menutup pintu dengan alasan sudah terlalu banyak pelamar visa di dalam ruangan. […]

Rudi Singgih dan Indonesia – Liston P Siregar

Rudi Singgih mungkin sama sekali tidak berarti apa-apa, apalagi ketika banyak orang Indonesia sedang bingung apakah politisi Jakarta akan mengganti Presiden atau tidak. Nama Rudi Singgih hanya pernah tercantum di masthead Majalah Tempo –dulu sebelum dibredel–, di dekrasi Sirnagalih pendirian AJI tahun 1994 lalu, dan sekarang di sebuah batu nisan di pekuburan umum di Bandung. […]