Tentang Penulis Edisi 70

Selma Hayek, pegiat HAM tamatan SOAS London, kini tinggal di Dilli.Moyank, Tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia. Karyanya pernah dimuat dalam beberapaAntologi Puisi Bersama, antara lain: The Consuming Flame (International Library of Poetry 2000), Graffiti Gratitude (Angkasa 2001), Cinta Pohon Tamar (Jahabersa 2003). Qizink La Aviza, Tinggal di Anyer. Karyanya dimuat di Fajar Banten, Harian […]

MORE
Catatan Tak Selesai

‘Orang Hutan’ Kamarada, Eks FalintilSelma Hayek Di atas Pajero Putih 14XXX TLSDili hujan rintik-rintik ketika Makikit menemuiku di tempat kerjaku dengan Pajero bernomor polisi 14XXX, milik mamanya. Malam ini salah seorang Komandan FDTL meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di dekat rumahku. Di belakang kemudi, Makikit sempat sibuk menghubungi beberapa Komandan FDTL dan kawan-kawan hutannya […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 69

Hendri Kremer, wartawan yang bekerja di Batam, Selma Hayek, pegiat HAM tamatan SOAS London, kini tinggal di Dilli.Sanie B. Kuncoro, penulis tinggal di Solo. Dodiek Syam Asinar Radjam, sebelumnya menulis Smaradina Muda Mangin..Dodiek Adyttya Dwiwanto, pernah bekerja sebagai wartawan majalah sepakbola dan penulis naskah di sebuah biro iklan. Menulis cerita pendek, resensi buku, dan artikel […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 58

Aboeprijadi Santoso, wartawan di Amsterdam. Sanie B. Kuncoro, penulis merangkap karyawati di sebuah perusahaan swasta di Solo, Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni asal Yogya sekarang tinggal di London. Selma Hayek, pegiat HAM yang sedang sekolah do SOAS, London. Syam Asinar Radjam, menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.

MORE
Menggambar Tanpa Hujan

Kertas lusuh tak lagi putih,Pena mencoret tak sempurnaKiri, kanan, kemudian melingkar,Menggaris lengkung, tak lurus:Berulang-ulangTerulang-ulangDiulang-ulang Pena diam tak bergerak, tanpa sang HujanTerpuruk menabur hijau bau akar rumputTak mampu mensejajarkan bintang malam,di pahatan langit. Penaku:Membiarkan batu berserak, bisuMenali pasir, terkumpul, diamTak peduli tanah kering tanpa bau HujanTak memberi nafas perahu kayu, tanpa rasa. Sepi…Sunyi…Kering…Hampa…Abu-abu,Bukan biru, tak ada […]

MORE
Senja di Buchenwald

Selma Hayek Harusnya Aku tak di sini,Termangu di depan gerbang pesakitan. Jalanan ini terlalu dingin untuk kulalui,Menginjak kerikil, nafas mereka yang mati tanpa penghormatanNamun,Kubiarkan saja langkahku bergelayut manja, pada:Angin jahanam yang menerbangkanku:Membaui sepi,memeluk sakit,memaki bau gasdanmenelanjangi sisa-sisa benda yang pernah bertuan. Masih ada dedaunan pinus,bukan Maple,bukan pohon-pohon karet,Cantik, menyuarakan musik perdamaian,Mengantar pesakitan ke langit jingga: […]

MORE
Gadis Kecilku

Selma HayekNathan Road; jalan lurus terpanjang di dunia, itu julukan yang kami berikan. Dua tahun kuhabiskan waktuku untuk menyapa dan menggaulinya. Gemerlap lampu malam menghidupkan Kow Loon yang setia menemani langkahku usai dan berangkat ke kantor di pinggiran Nathan Road, No. 444, di gedung sebelah Amro Bank, lantai 8. Ia juga yang menerbitkan langkah tegapku […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 53

Andi Prawira, penulis yang kini tinggal di Gothenberg, Swedia. Tumpal HS Siregar, peneliti perkebunan di Tanjung Morawa, Medan. Selma Hayek, pegiat OXFAM di Dili, pernah mendampingi TKI di Hong Kong, dan kini sedang belajar di Inggris. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, hidup antara Jogja-London. Syam Asinar Radjam, anak Palembang ini menulis novel Smaradina […]

MORE
Gadis Kecilku

Selma Hayek Gereja tua dan rumah penampungan Nathan Road; jalan lurus terpanjang di dunia, itu julukan yang kami berikan. Dua tahun kuhabiskan waktuku untuk menyapa dan menggaulinya. Gemerlap lampu malam menghidupkan Kow Loon yang setia menemani langkahku usai dan berangkat ke kantor di pinggiran Nathan Road, No. 444, di gedung sebelah Amro Bank, lantai 8. […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 49

Sanie B. Kuncoro, dulu sering menulis di mjalah remaja dan perempan, pernah bekerja di Bali dan sekarang kembali ke Solo. Pulung Ciptoaji, wartawan dan kerap menulis cerpen. Selma Hayek, pegiat OXFAM di Dili yang sedang belajar di Inggris. Syam Asinar Radjam, anak Palembang ini menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.

MORE