Surat Buat Pa Said

Ajip Rosidi (1956) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Kita hidup atas satu bumi tapi dua duniaKita hidup dalam satu hari tapi lain mimpiImpian yang sederhana, impian dalam mimpiYang mengendap, jadi keyakinan: Warna kan jadi hijau, malam secerlang pagi Bertolak pada keyakinan, kita lepaskanimpian demi kepercayaan masing-masingbertolak atas kasih sayang, kita lepaskankekasih paling tercinta. Kita lebih percayapada […]

MORE
Penulis edisi 241

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. Novel pertamanya, Teheran Dalam Stoples diterbitkan oleh Diva Press. Taufiq Ismail (lahir 1937) telah menulis saja sejak awal tahun 1950-an […]

MORE
Jembatan Dukuh

Lagu duka buat istrikuAjip Rosidi (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Kita berdiri jauh di atas kota, angin lepas menusukKita berdiri diam semua rintih disilirkan lembutkarena antara kira dan kota yang kita tinggalikarena antara rumah dan kita sendiri, tiada lagi hubunganKita kini berdiri terasing dari segala yang kita cintaiMereka tidak ambil peduli tapi toh sebagian dari […]

MORE
Penulis edisi 236

Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. Novel pertamanya, Teheran Dalam Stoples diterbitkan oleh Diva Press. Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun […]

MORE
Anak Sumbawa

Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia di Sumbawa donggo punya kudadi Jakarta donggo beli sepedaia antar kota ke mimpinya, lampu jalanan pada matiia bangunkan kota dari tidur lelapnya pagi-pagi cuma sepeda dan seperak di kantongnyalewatlah malam tiada mata memandang padakusedang di dadaku bertumbuhan gairahlewatlah hari, kesepian merajarela, begitumereka lalu di jalan kepu sumbawa punya […]

MORE
Penulis Edisi 232

Vincent Mahieu adalah nama samaran Jan Boon yang lahir pada tahun 1911. Ia adalah penulis cerita yang disebutnya dongeng dalam kumpulannya berjudul Tjoek dan Tjies. Di samping Vincent Mahieu, ada nama samaran yang lain, yaitu Tjalie Robinson. Nama ini populer ketika dia menjadi redaktur Majalah Orientatie, yang pernah terbit di Jakarta tahun lima puluhan, di dalam majalah tersebut dia […]

MORE
Penulis edisi 229

Suhendri Cahya Purnama, pelaku seni yang tinggal di Bandung. The Economist, majalah mingguan terbitan London, Inggris. Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun 1951 ketika mau melanjutkan sekolah menengahnya, belajar menulis dan memilih kesusastraan sebagai pilihan hidupnya di sana, memimpin majalah Suluh Peladjar (1953-1955), Prosa (1955) dan Budaja Djaja (sejak 1968). Pernah memimpin Madjalah Sunda (1965-1967) di Bandung. Sejak 1971 memimpin […]

MORE
Cikini Raya

Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia pedagang kembang yang menembang sumbangdilarikan karet becak ke ujung malamlampu-lampu jalan bersinar terang                                    lari bayangandan malam makin lenggang pedagang kembang mengebas ranjangtembang riang mau pulang                                    sama sisa malam jalan makin ratabening berbayang***

MORE
Penulis edisi 228

Syamsul Huda M Suhari anggota Aliansi Jurnalis Independen, AJI, di Gorontalo dan kini merupakan mantan jurnalis LKBN Antara setelah mengundurkan diri karena sistem kerja yang merusak kemandirian jurnalistik. Syam Asinar Radjam pegiat lingkungan yang menulis puisi, cerpen, serta novelet dengan tema lingkungan dan kini bertani. Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun 1951 […]

MORE
Sajak Rindu

Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Kurindukan bulan di punggungTembang sejalanan menyuruk gang demi gangRumah ini tak bisa mengurung dukaAku lebih besar daripadanyaKamar takkan kuasa membikin aku betahDi luar ada yang lebih benar tuk kucinta Perempuan bergelapan dan rokoknya di tanganPerempuan kelaparan, perempuan kedinginanHitam gerbong panjang rel keretaAku mesti pergiAku mesti kembali ke jalan […]

MORE