Sesungguhnya…
aku sangat ingin mencongkel mata kalian
yang terhormat para hebat
agar kalian bisa melihat lagi
bahwa tanah airku, tanah airmu
bukan hanya Indonesia
tanah air sejatiku lebih luas dari jagad raya

Sesungguhnya…
aku juga ingin merobek lebar-lebar telinga kalian
yang mengaku pahlawan rakyat
agar kalian bisa mendengar lagi
bahwa presidenku, presidenmu
bukan hanya Soekarno, Soeharto, Habibie atau Gus Dur
presiden sejatiku adalah penguasa segala alam

Namun mata dan telinga kalian
rupanya masih tak bisa mengerti tentang kerinduan
rakyatmu
yang lama dijejali demokrasi basa-basi
Dan anak negerimu pun kembali kau biarkan menangis
membakar wajahnya sendiri bagai yatim piatu.
:sudah puaskah kalian?

Sesungguhnya…
aku juga sangat ingin membelah dada kalian
yang mengaku pejuang rakyat
agar aku bisa lebih mengerti
masihkah ada di hati kalian
tentang nama rakyatmu
yang sering kalian gemar-gemborkan.
:tapi kenapa wajah rakyatmu selalu terbakar
dan selalu kau biarkan terbakar bagai kayu bakar?
(ah, aku sudah lelah mendengar kata-kata kalian)
***

solo terbakar, 20 Oktober 1999

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *