Mengapa mimpi-mimpi bersahutan?
Mengapa angan-angan berpilin berpagutan?Barangkali karena ruh memang tak pernah usai berdesah
Barangkali karena jiwa memang tak kunjung rampung bertetirahO, hidup memang berlaksa warna
Kita melaburinya dengan mimpi dan sejarah,
pun dengan angan-angan
dan puing-puing kelampauanLalu kita terus coba mematut-matut:
di antara seruling sepi
dan petikan dawai surgawiKita terus coba mereka-reka:
jalan setapak
di antara kefanaan
dan keabadian!
***
Queanbeyan dini hari, 28 February-7 March 2001