suatu senja di champ d’elysses

saat meneguk air jeruk sambil menenggelamkan diri di kursi kayu
 riang dan ria sajalah sekelilingku..
   berpasang-pasangan tua dan muda berjalan sepanjang trotoar
      sambil berpelukan
        kadang berhenti untuk saling memandang
           lalu saling mengecup…

 betapa romantis,
sementara aku sendiri saja..
 mencoba alihkan tatapan pada arc de triomphe yang berdiri di ujung kanan…
    sinar mentari sore menguningkan batuan kokohnya..
       lalu terasa angin menusuk-nusuk hingga ke balik mantel…

betapa dingin… dan redup…
 padahal sore di akhir musim gugur Paris masih cerah
   senda gurau keluarga di bangku-bangku sekitarku kadang melempar kenyataan,
     aku sendiri saja…
        mereka berbicara dengan bahasa yang sedikit kumengerti
           namun terdengar merdu dan membangunkan banyak mimpiku setelah itu…

dunia seperti berhenti hanya disitu…
 memenuhi udara dengan wewangian dedaunan maple,
   harum kopi, bau masakan khas…
     aku sendiri saja,
       tapi hati bergolak riang
         bagai mabuk anggur petualangan…

aku telah sampai disini,
  walau sendiri….
     menuntaskan mimpi-mimpi perjalanan hati…
       mencoba menata hati yang sempat mengeras karena kesakitan…
          meraih dedaunan yang mulai menguning saat berjalan
            menyusuri champ d’elysses…
***

paris,
16 september 2001

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *