dimanakah kehangatan….
saat terduduk sendiri menahan dingin,
satu-satu suapan bagai mengunyah kenangan
kala sepi bukan jawaban malam hari…
dimanakah belaian…
saat dentang kaiser wilhelm kirsch mendalu-dalu
gaungnya menelusup hingga relung hati nan merindu…
(mengapa seperti ingin mengintip isinya…?)
dimanakah dekapan..
saat menyusuri kurfustendamm perlahan,
menyibak guguran maple yang mulai menguning,
menekan dalam-dalam kedua tangan dalam saku
saat angin dingin mengusap wajah meninggalkan rasa beku..
dimanakah langkah yang kurindu…
pandangan hanya berlari-lari nanar mencari sosok berjalan
dengan langkah lebar dan wajah bagai tak tersentuh keramaian
sekitar…
dimanakah ia…
mengapa kucari dia…?
dimanakah diantara wajah-wajah bagai dari dunia maya yang
bercengkerama,
berkerumun di depan pengamen yang memainkan fur elise dengan
keyboardnya,
atau berjalan berdekapan…
dimanakah dekapan…..
seribu wajah kusapu sekilas
seribu langkah kujelang sejenak
tak ada tatapannya
tak ada ayunan langkahnya
dimanakah….
(sayup mengalun suara lembut enya…
“who can say if your love grows,
as your heart chose,
only time…”)
mengapa begitu lirih namun menusuk, sepi ini …..
***
september 2001,
berlin