Nirfana adalah wilayah tak kasat
Dengan kerja-kerja baka belaka.
***

: Yang Diidamkan Olethros

Izinkan aku meletakkan kuasku dahulu
sembari menunggu kainnya kering,
bagaimana jika kita lungguh
sedikit lebih dekat ke ujung tebing?

Lukisan dengan gurat kemerahan
ingin menyaru dengan saga di ufuk jauh

Bagaimana saudara-saudari?
semenjak zaman menalar dan
pedang turut kusarungkan,
aku berkalang seni berkawan
putera penghiburan:
tanganku tentu kaku di gagang
kuas dan gemetar di leher sitar

Kembalilah

Kala sudah kadung berakal, adikku.
Makhai sudah lipat tengkuk
kacau bala bukan lagi urusanku
orang-orang sudah menemukan cara
melebur diri mereka lalu
merawat bunga harapan dari tungkunya

Betapa alam kehancuran runtuh merta

Bukankah selalu ada dua hal:
di bilik penghancuran tersemai benih penciptaan
sebagaimana sungai kematian muara kehidupan
atau tabir mimpi singkap kenyataan?
ada yang disetir nasib memang
sejak ledakan penciptaan pertama
tapi ia selalu dapat ditawar
kehendak merdeka—laku harap atau nestapa
terjebak bebas dalam hasrat kepuasan
menjadikan kewarasan dan kegilaan
sama menggejala.
*** (2020)

Hamzah, lahir di Kalideres, Jakarta Barat hari Sabtu Wage jam sepuluh pagi minggu pertama Januari tahun penghujung rezim Soeharto. Sibuk menggambar, menata, menulis, dan menerjemahkan. Sarjana Ilmu Politik yang terlampau penasaran dengan hal-hal kurang relevan. Instagram dan Twitter: @hmzhid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *