akhirnya kutemukan kata
terpenggal dari tidurnya kalimat
mengalir dari kegelisahan waktu
antara wujud dan tanpa wujud
– arkais –
kemarin ia jalan tertatih
menyisir pasir dan kerikil
masa meninggalkannya, menua
tumbuh bagai rambut
di pipi wajah Arthur Rimbaud
dan anak kecil membacanya: tamsil usang
***
Malang, 2021
Arca Puisi
di ingatanmu, aku memaku kata
serupa rembulan bersemayam di langit
sinarnya hidupkan malam yang kelam
kumaknai gelap bukanlah warna pekat
dan kata-kataku membangkitkan diksi wajahmu
kita mungkin, hanyalah senyawa gelisah
yang mengakar di telatah rindu
menghimpun serumpun morfem
dan kita jadikan arca puisi
tak pernah tidur di geligi malam
adalah wajah kita, senantiasa menikam kaca
di pertemuan layar, berbaris rapi
memaknai peradaban di kaca-kaca digital
karena kita serupa arca puisi
***
Malang, 2021
Ranting Kering
ada aroma yang kau hirup dari kata-kataku
serupa ikan mengintip permukaan air
engkau bunyikan detak jantung dan waktu
dengan seretan kaki
langkahmu seakan penggalan kematian
derap langkah yang menyisir pikiranku
merajut bara di segenggam terik matahari
di sini, kutabur angin
yang bersenggama gelimang cahaya
hinggap di pucuk pepohonan
ketika riuh burung enggan bercengkerama
tak lagi tempat ini teduh
mungkin sukmaku pun terjatuh
meranggas di ranting kering
berjalan tertatih
berselimut gelisah panjang
sepasang senja
menanti, bunyikan kidung
meski engkau telah menjelma
serupa majas
yang kusebut rindu
tiba-tiba menelusup tidurku
biarlah itu terpaku
di setiap detak jantungku
***
2021
Vito Prasetyo lahir di Makassar dan tinggal di Kabupaten Malang. Pernah kuliah di IKIP Makassar dan bergiat di penulisan sastra sejak 1983. Naskah Opini dan Sastra (Cerpen, Puisi, Esai, Resensi), Artikel Pendidikan & Bahasa telah dimuat media cetak lokal, nasional, dan Malaysia, antara lain: Koran Tempo, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Utusan Borneo, dan berbagai media lain. Sejumlah antologi puisinya sudah terbit, seperti “Jejak Kenangan” (Rose Book 2015), “Jurnal SM II” (Sembilan Mutiara Publishing 2016), “Keindahan Alam” (FAM Publishing 2017), da beberapa lainnya. Termaktub dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia” (Yayasan Hari Puisi Indonesia 2017).