Puisi, edisi 362 Januari 2023

melambung
melambunglah marina
terbalut iklim buruk
pelupa takdir alam

tinggal
tinggallah keramba bumi merengsa gersang
berisikan sisik tajam nan kelam
jari jemari bernoda pekat ramai bermunculan
selintas pandang menjamah konsep arsitektur
deret bangunan megah
tiada sengau akan pasang gelombang
yang menghempas dermaga sendu

berbaring
berbaringlah marina
selagi sepertiga dosa bumi terlelap
telah sekian lama sengketa daratan lunakmu
tertidur pulas
bukan sepenggal hasrat gerimis senja
melumat bibir dermaga
berlabuh lekat-lekat aroma bersama bahasa garam
mewakili hakikat lautan
sekiranya jelita rembulan setia berkaca
pada rapuh cermin

zamanmu
bersolek
bersoleklah marina
pucat pasi berubah bercahaya
memangku pembangkit energi
kebutuhan keseharian kami

jemput kami
marina
kala gerimis terhenti mencumbui diagonal
kaki langit

di penghujung arteri
marina
kapal mutakhir kami karam memikul
impian
***
Pluit-Jakut, 14 Juni 2011

Kelahiran

Malam teramat lengang
Sia-sialah tiap napas yang getas
Ikutilah, dan
Saksikan
Di antara arakan obor
Yang tengah murka,
Siapa yang telah menggantungkan karma
Pada tangkai tengkorak
Membidik nasib berkabut
Hingga usia penabuh masa
Menuju gunung-gunung bergema

Duplikat jubah hitam yang
Bangkit dan menusuk mata
Boneka
Dengan tajam paku
Sementara kita masih menggigil
Di bilik waktu yang ungu
Saat keranjang bayi lelaki
Bergoyang-goyang bimbang
Mencurahkan salamnya
Bagi sekelompok peziarah
Di tepi jurang
***
2012-2016

Faustina Hanna, lahir di Jakarta 1987. Penikmat seni dan budaya. Sehari-hari bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta di Jakarta, aktif menulis puisi, freelance Graphic Design, dan menekuni dunia kuliner Nusantara. Sajak-sajaknya terbit di Republika, Media Indonesia, Jurnal Nasional, BWCF (Borobudur Writers & Cultural Festival), Pikiran Rakyat, Minggu Pagi, Banjarmasin Post, Rakyat Sultra, Lombok Post, Bali Post, Tribun Bali, Nusa Bali, Pos Bali, Pos Kupang, Radar Cirebon, Radar Lampung, Radar Mojokerto, magrib.id, berandanegeri.com, beritabaru.co. Beberapa sajaknya terhimpun dalam antologi bersama Kutukan Negeri Rantau (Forum Sastra Bumi Pertiwi, 2011), Jembatan Sajadah, Kabar dari Negeri Seberang (UmaHaju Publisher, 2012), Kursi Tanpa Takhta (Writing Revolution, 2012), Berbagi Kasih (Penerbit Sahabat Kata, 2012), Antologi Bersama Lomba Cipta Puisi Nasional Komunitas Kopi Andalas (2012), Nostalgia Filantropi Tiada Terbalaskan (Penerbit Jendela Sastra Indonesia, 2020). Turut bergabung dalam Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias (KPKDG). Menjuarai lomba penulisan puisi, di antaranya: Juara 3 Sajak TKI (UmaHaju Publisher, 2012), Juara Harapan 1 “Ekspresikan Dirimu dengan Puisi” (Writing Revolution, 2012). Pernah menempuh pendidikan Desain Komunikasi Visual di Bina Nusantara Center, Jakarta dan berencana melanjutkan studi ke Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *