Puisi, edisi 380 Juli 2024
hanya sebagian,
bagian hujan yang kautanam
telah menjadi dongeng
tentang banjir nuh
dan orang-orang merangkak
dalam dingin yang sunyi
meminta sebagian langit yang lain
agar cerah esok pagi
***
2024
Di Cabang Jalan Menuju Kotamu
bukit-bukit ingatan, telah lama tidur
tahun merayap
rindu gagap
tapi masih adakah sebuah teks
tentang sebuah alamat di layar ponsel?
percakapan-percakapan lama
berguguran
rapuh untuk disusun
menjelma getah
ciuman juga pelukan yang sebentar
***
2024
Hujan di Tengah Laut
sore gelap
gejolak ombak
kapal yang menempuh gemuruh
tanpa matahari
wajah orang-orang
begitu pasi
***
2024
Alexander Robert Nainggolan (Alex R. Nainggolan), lahir di Jakarta, 16 Januari 1982. Bekerja sebagai staf Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPPMPTSP) Kota Adm. Jakarta Barat. Menyelesaikan studi di FE Unila jurusan Manajemen. Tulisan berupa cerpen, puisi, esai, tinjauan buku terpublikasi di media cetak dan online. Bukunya yang telah terbit antara lain Rumah Malam di Mata Ibu (kumpulan cerpen, Penerbit Pensil 324 Jakarta, 2012), Sajak yang Tak Selesai (kumpulan puisi, Nulis Buku, 2012), Kitab Kemungkinan (kumpulan cerpen, Nulis Buku, 2012), Silsilah Kata (kumpulan puisi, Penerbit basabasi, 2016), Dua Pekan Kesunyian (kumpulan puisi, Penerbit JBS, 2023). FB: Alex R. Nainggolan, IG: alexrnainggolan