Puisi, edisi 397 Desember 2025
yang tersisa di sini mungkin
bagaimana kau menjadi suara satu-satunya kukenali
seperti adzan magrib yang senantiasa menyeret ke pelukan ibu
layaknya masa depan adalah kabut
sangsi jalan tak bertujuan
hanya gamang yang teronggok
dan tanganmu jadi tunggal untuk meraba dunia
aku tak perlu agama di sini
beserta tuhan yang beda penyebutan
hanya kehancuran diajarkan
kecuali tatapanmu yang lebih kekal dari eden
berikan aku lenguhmu sekali ini
kota ini penuh kabut
gigil mendekatkanku pada kematian
aku ingin melihat kebohongan bekerja
***
Padang Panjang, 2025
Kredo Keyakinan
bahwa akan ada waktu yang tak kita kenali menjadi suatu yang kita percayai. di sana segala petuah dan ayat-ayat kitab menjadi kabar paling buruk untuk kita. dan tangan yang masih gigil dan getir menjebak segala suka tak mampu berbicara dalam bahasa paling diam seperti yang kerap kita lakukan. bahwa akan ada waktu yang paling kita hindari menjadi suatu yang menyelamatkan. di sana segala pagi mengantarkan yang tak muskil di pikiran manusia. dan malam menjadi sesuatu yang tak sekadar menidurkan lelah dan menanak cemas esoknya. bahwa akan ada waktu yang paling tabu menjadi juru selamat. di sana segala kidung kehilangan nada berhasil mengantarkan kita ke fana surga. dan kita menjadikan khianat sebagai pedoman beragama, semata untuk menyelamatkan tubuh masing-masing yang keras kepala mengunduh kebajikan penatua.
***
Padang Panjang, 2025
Setelah Keyakinan
di ujung hari yang tak ingin kau kenali
segala kabar memulangkamu
kepada semua yang pernah terhapus:
senyum di foto ruang keluarga
pegangan tangan sebelum berdoa
kecupan di gerbang sekolah
tidurlah malam ini
biarkan selimut terlipat rapi
sudah lama gigil tak merasakan tubuhmu
dan detak jam akan membangunkan
pada hari yang tak putih
kesedihan satu-satunya yang ada di tangan
lelaplah di bawah sadar itu
dan pagi akan berjalan
bersama ketakutan
***
Padang Panjang, 2025
Radja Sinaga, alumni Kelas Menulis Prosa Balai Bahasa Sumatera Utara 2019. Peserta Residensi Belajar Bersama Maestro Kementerian Kebudayaan 2025.