Tanah Air dan Presidenku – Sutrisno Budiharto
Sesungguhnya…aku sangat ingin mencongkel mata kalianyang terhormat para hebatagar kalian bisa melihat lagibahwa tanah airku, tanah airmubukan hanya Indonesiatanah air sejatiku lebih luas dari jagad raya Sesungguhnya…aku juga ingin merobek lebar-lebar telinga kalianyang mengaku pahlawan rakyatagar kalian bisa mendengar lagibahwa presidenku, presidenmubukan hanya Soekarno, Soeharto, Habibie atau Gus Durpresiden sejatiku adalah penguasa segala alam Namun […]
Kota Mati – Sutrisno Budiharto
Kotaku telah mati, kawansisa kilau lilin Sukowati-kuyang kemarin masih indah, kini telah padamterlindas angin busuk menikam perut Kotaku telah mati, kawanharapan apa lagi yang masih bisa digapaibila hukum dan demokrasi hanya jadi kata basa-basi Kotaku telah mati, kawanbermimpi pun rasanya tak kuasa lagisebab, kebenaran tinggal menjadi patung-patung bisuyang dikangkangi para mayat Kotaku telah mati, kawancerita […]
Zeedijk – Sitok Srengenge
Semacam peringatan: sepotong tangan meremas payudara, mungkin milik para pendosa, tercampak di luar gereja Di zeedijk, bendungan laut,segala yang molek bagai bertaut maut Kota yang cantik,pelacur yang cerdik, membuka diritapi menutup hati Di jantungnya sebuah danau beku,di palungnya ingin kujangkau kau, tenung masa lalu Aku memanggilmu dengan sajak-sajak cinta,tapi salju tak membiarkannya menjadi gema Cuaca berkesiur dengan selaksa […]
Sepakbola Betapa Indahnya – T Widjaja
Para lelaki kekasih istri dan ibuku bermain sepakbola. Ritual malam dan suhu penciptaan Tuhan baru. Rumput tumbuh di pahaku dan seseorang menebasnya. Bola mengelinding dan jala robek. Penonton marah. Tapi bukan kepada pemilik klub yang lidahnya menjulur ke buah dada televisi. Aku sudah tahu dan tak mungkin kalah. Lemparan botol air mineral, nyanyian serupa Indonesia Raya, […]
Ornamen Kematian – Arya Gunawan
(satu)catatan cuaca telah lengkap. tutupkanlahjika telah kau lihat debu ungu di wajahkukatakanlah, ini selamat malam penghabisantidurku di ranjang kelabu itu, sayangkudan kurasakan embun mengental di bibirmu pada ketika kau rasakan langit itu menjemputmutubuhku telah selesai jadi abu (dua)maut itu, alangkah indah menjelmalah senyummu pada gelisah daun-daunmusim gugur. tatap matamu makin asingsuara-suara tobat meruncing, o nama-nama […]
Kucing Beranak Dalam Kaus Kaki Presiden – T Widjaja
Presiden, kucing itu beranak di dalam kaos kakiku. 56 tahun membusuk. Bagai matematika dan keluguan yang bertanduk pisau. Presiden. Please, aku kencing ke dalam lambung. Duduk saja manis, katanya. Duduk jangan angkat kaki, dan berludah ke lantai. Jangan pula melihat ke langit-langit. Ini bukan rumahmu! Teriaknya. Ya, aku memang bukan presiden. Kita cuma menyampaikan kalimat […]
Mencari Jalan Pulang – Yusuf Arifin
Dunia telah membebatkan fitnahnya.Dan kehidupan tergoda untuk percaya.Tiga hari tiga malam, siang dan malam tak bertegur sapa.Entah kelanjutannya.Yang jelas hari ini jalan telah lupa penunjukknya.Mata angin telah lalai arahnya.Serombongan malaikat pasti tak temukan kembali ke tuhannya.aku?*** Yogyakarta 13/7/1994 Yusuf Arifin, tamat Universitas Yogyakarta masuk Majalah Detik sampai dibredel tahun 1994 sebelum jadi Produser Radio di […]
Rindu – Yusuf Arifin
sejengkal jarak serasa bermilyar-milyar sepenggal detik seperti tak bertepi*** Jakarta 1993 Yusuf Arifin, tamat Universitas Yogyakarta masuk Majalah Detik sampai dibredel tahun 1994 sebelum jadi Produser Radio di BBC Siaran Indonesia.
Lari – Yusuf Arifin
Aku tak menetap di sini Mengapa aku mesti peduli?*** Jakarta 1993 Yusuf Arifin, tamat Universitas Yogyakarta masuk Majalah Detik sampai dibredel tahun 1994 sebelum jadi Produser Radio di BBC Siaran Indonesia.
Ketika Teringat pada Damaimu, Kota – Arya Gunawan
menunggu hening suaramu, kota. ketika malam. dan musim adalah musikpengantarku ke negri impian. diamlah, kuceritakan padamu tentangarti ayat-ayat dari buku itu. kabar duka yang kubawa. karena taklagi dapat kausaksikan daun-daun gugur di sini. aku memang kerapmembayangkan kemesraan bersamamu. di jalan-jalan dan sekolah.di ruang tamu dan catatanmu. biarlah aku pesan dahulu kerinduan dari wajahmu. seribu gairah.lalu […]