Zinnia Elegans – Lailatul Kiptiyah

kumasukkan tiga butir benihke rongga tanahyang hitam bersih di hari ke tujuhbenih-benih pecahmembuka pori-pori tanah kuteguhkan diri merawatmudengan kasih sayang penuhkuatkan batangmukibarkan daunmu agar waktu membukadirinya lebih lapangmenjadi batang, menjadi tanganmenopang pucuk-pucukmu kembang*** Ampenan, Maret – November 2020 Menanam serai dalam pot aku tangan yang menumbuhkan lukamerambat menembus pintumurumah dengan denyut hidupkamar-kamar sabar dan longgar […]

Lagu Malamku Kini – Sitor Situmorang

Mantranya ombakzikirnya sungaibahana hutandera samudra lagu malamku kinidi pangkuan semestaalam pesta tarialunan gamelan dewa-dewa cintaku, cintaku, sempurna*** Luluh Tubuh Putih bulan, tubuhmudalam jamaahku merekahmerah jambu hajat yang kelewattersaput beledrubenih pulih asaldi tubuhmu luluh*** Sitor Situmorang, penyair kelahiran Samosir, Tapanuli, dan bekerja sebagai wartawan di Medan. Pernah ditahan Belanda di Wirogunan sebelum bekerja di KBRI Paris dan […]

Lelaki yang Tak Menuntut Kesetiaanmu – Rizka Nur Laily Muallifa

Ribuan hari lalu, kau diam-diam mengirim sekuntum puisi ke saku celananyaDan tak pernah tahu apa yang ia temukanSebab ia tak pernah mengatakan apa-apa Hari-hari selanjutnyaIa hanya datang dalam bentuk tulisan seriusMemintamu berpendapat tentang pikiran dan telaah-telaahnya Dulu kau mengira ia hanya tak sempat memikirkan hal-hal romantiskarena terlalu asyik di kebun kata-kataKini, dugaan itu kau rasa […]

Sapardi Adalah Puisi Yang Tak Pernah Mati – Norrahman Alif

kau tak akan pergihidupmu akan abadipada larik-larik puisi ini. tak akan ada kata matipada jalan hidup penyairsebab sapardi adalah bahasayang menunda-nunda kematian dengan puisi. sapardi adalah puisi yang melahirkan anak-anak penyairmelankolis. setiap hari, setiap tahun penyair lahir ke dunia untuk menyatakan patah hatinya pada hidup, pada kekasih pada puisi. tak lain sapardi adalah puisi yang berjalan ke tengah carut-marutnya perasaan, hati dan kerinduan. […]

Ziarah Gunung – Sitor Situmorang

seharisebelum purnamakudekap ia di bukit pasirpantai selatan tiba di lorong merapipandangnya tercurahjadi lahar dinginkali krasak nirwana kesehariankudesa-desa batunpetani-petani salam di atas sawah ladangselatan jalan ambarawatergantung langitdi sela-sela gunung moksa menghimbaudi keramaian pasar borobudurbiksu berjubah kuningdi antara alat-alat besarpemugaran candi di bayang stupa teratasterlindung topi pandankutatap turis lalu-lalangbiksuku hilang…*** Sitor Situmorang, penyair kelahiran Samosir, Tapanuli, dan […]

Mengenang Munir, Menolak Lupa (08121965 – 07092004) – A. Nur Ahmad

Munir namanya,berkumis berperawakann kecilbernyali bak panglimasuara lantang terdengarmenentang ketidakadilanmenantang para koruptor, pelanggar HAM, dan penindas jelata teriakannya menggaungmerontokkan nyali para penindasnamun suara itu tak ada lagimenghilang diterpa angin Munir pergimati diracun atas pesawatMunir mati, menimbulkan tanya hingga detik ini, belum ada jawabkenapa  munir dibunuhlalu siapa dalangnyasiapa yang bisa jawab dua rezim telah berlalukematian Munirmasih tanda  lalu […]

Twelve Apostles, Port Campbell – Sitok Srengenge

Lauren Bain Di lautmu matahari menatahi terumbuangin bagai prana, bahasa di luar kata,jejak di pasir kikis sebelum gerimis reda Dari rimba jiwaku (kaudengar?) gelepar liar seekor bekisar,putik gairah di dasar kelenjar meletik menjelma kelepak camarDibimbing angin yang bagai prana, bahasa di luar kata,mengisari gelombangmu, matahari yang menatahi terumbudikulum kerang di ceruk bebatu Gerimis mencetak bercak […]

Mata Betina – Sitok Srengenge

Nin Michaelides Mata betina, lekuk teluk, rumpun leli meriapi tepi,genangan rasa rawan, beriak karena angin ringanSauh nelayanku bergetar, alunmu menggeliatkan sunyi,gelembung air bersembulan dari dalam cangkang kerang Sunyi dalam jiwaku dentang lonceng puncak menara batu,gaung kelepak keluang dan malam mengendus getah eukaliptus Kudengar denyar, samar, saat di tebing ombak pun rebah,datang jauh dari wilayah dalam […]

Malam Menyergapmu – Sitok Srengenge

Ghassan Zaqtan Malam menyergapmu dengan serbuk jelaga beracunPeziarah yang lelah, bersandar batang sikamor seratus tahunBaling-baling musim gugur berkesiurmenawarkan tidur Merinding, menahan dingindan pandang sepi orang-orang asingJiwa yang gelisah, pewaris abadi hari-hari remahRamallah Sepasang tupai melompat ke dalam sungai yang bekuTangan-tangan malam yang kekar berjuluran dari masa lalumenggali lubang dan mengubur matahari di tubuhmuSegala yang telah […]

Letug Yang Kehilangan dan Mencari Mengenang Iing – J.J. Kusni

1.baris-barismu bertutur tentang duka, rindu, luka dan kehilanganberkisah tentang masa silam jauh seperti cakrawala tak lagi tergapai tangansedangkan senjanya berwarna merah hari-hari berdarahdan kau menjadi burung yang terbang melintasinya mencari ufuk bersarangcoba hitung berapa banyak mereka di langit ke utara ke selatan diterbang nasib boleh jadi begini, letug sahabatku yang pengembaracinta yang sungguh lebih banyak […]