Ghassan Zaqtan
Malam menyergapmu dengan serbuk jelaga beracun
Peziarah yang lelah, bersandar batang sikamor seratus tahun
Baling-baling musim gugur berkesiur
menawarkan tidur
Merinding, menahan dingin
dan pandang sepi orang-orang asing
Jiwa yang gelisah, pewaris abadi hari-hari remah
Ramallah
Sepasang tupai melompat ke dalam sungai yang beku
Tangan-tangan malam yang kekar berjuluran dari masa lalu
menggali lubang dan mengubur matahari di tubuhmu
Segala yang telah kautandai dengan kata-kata
seketika kembali ke dalam fana
O, petualang yang mengembarai puing-puing surga
kembali ke ruang hampa, buka jendela, pandangi kapitol tua
Kelindan angin dan cahaya dan bayang-bayang
berselingan menayang terang dan temaram
seakan harap, hadir dan lenyap,
berselisih dengan sedih
***
2001