Serenade Rindu – Tjahjono Widarmanto

Puisi, edisi 378 Mei 2024 /1/ lelahkah kau setelah mencatatkan jejakmu pada paruh matahari? maka rebahlah di pangkuanku seperti awan rebah di bulan yang basahatau seperti embun malam yang rebah di daun dan reranting pohon rebah. rebahlah. akan kudongengkan kembali hikayat-hikayat purbatentang seonggok cinta yang selalu biru menyanyikan rindu yang gelisah dan cemas rebah. rebahlah. […]

Surah Cinta (5) – Tjahjono Widarmanto

Puisi, edisi 365 April 2023 tresnaku, tresnaku, mengapa kau tinggalkan aku? Lelaki itu menangis di bawah pohon kuldidan engkau, guru, masih saja mematungbahagia melihat mereka yang terlunta di halaman kitabmu, engkau menulis: surga itu tercipta bukan sebab cinta namun karena derita! Surah Cinta (6) aku meminta padamu, guru, sebatang pohon cinta yang abadinamun engkau memberiku […]

Meditasi Rahwana – Tjahjono Widarmanto

akulah sang durjana itu!tudinglah aku dengan segala nista dan kutuk paling serapahagar sejarah mencatatku sebagai dajjalnamun sesungguhnya kukorbankan tubuh jiwakujadi simbol kegelapan: agar kau tahu cahaya! dan ingatlah, aku tak mati-mati.*** 2022 Kupanggil Derita Biarlah, biar dia melesat ke dalam jiwa paling palungdi kedalamannya paling pusar kusiapkan sarangnyatempat segala api membakar tempat segala dingin menggigilsarang […]

Perempuan di Sudut Kanvas Lukisan Itu – Tjahjono Widarmanto

/*/berdiamlah dalam sarang warna dan irama garis ini, perempuankuberdiamlah dalam sarang meditasi ini bersama gerak sunyilompatan-lompatan bangun, ruang dan lengkungkhusuklah dalam runcing garis sebab dalam tiap durinyamenyuguhkan empedu kangen yang membiakkan resah perempuan, hikmati warna, lengkung, garis dan bidang inilupakan selamanya segala bilangan dan penanggalan /**/hai lelaki, jangan paksa aku tinggal dalam jeruji kemilau warna […]