akulah sang durjana itu!
tudinglah aku dengan segala nista dan kutuk paling serapah
agar sejarah mencatatku sebagai dajjal
namun sesungguhnya kukorbankan tubuh jiwaku
jadi simbol kegelapan
: agar kau tahu cahaya!
dan ingatlah, aku tak mati-mati.
***
2022
Kupanggil Derita
Biarlah, biar dia melesat ke dalam jiwa paling palung
di kedalamannya paling pusar kusiapkan sarangnya
tempat segala api membakar tempat segala dingin menggigil
sarang dari bebatuan tajam yang liar
kerak paling hitam dari segala yang serupa kelam
biar, biarlah ia sendiri
dalam jiwa menempa segala yang meluncur
menempa segala yang menghantam
menempa segala tajam tebing-tebing resah
maka, biarkan ia bersabda:
tabah-tabahlah kau jadi tamuku, tamu di istana derita!
Tak ada yang bisa dipilih
tak ada yang bisa ditolak
helai-helai rambut jadi uban memanjang
menyeret derita dengan tabah
Jangan-jangan kau tolak derita itu
jangan biarkan segala rapuh getas jadi tuba
melemahkah batumu!
(teriakmu membabi-buta)
Maka jadilah aku terkutuk itu
: bertahan, keras, liar, bisu dan sendiri!
***
Akhir 2021–awal 2022
Ikwal Sebuah Rahasia
Apakah yang paling rahasia selain nikmat kematian?
Saat tubuh enggan menjadi sarang roh
maka lembu-lembu itu jadi kendara yang abadi
mengarungi takdir kemarau jalan belantara bagi sisa
napas mendamba abadi namun tak sanggup menolak bak
Lembu-lembu itu berduyun membawanya dalam ketinggian
: wahai cahaya sekaligus rumah gulita
telah kubujuk para pengendara tolol ini untuk datang kepadamu.
semoga di rumahmu yang terang sekaligus suram mereka bisa melihat
kebenaran-kebenaran yang getir!
Segalanya mulai berhitung
bilangan-bilangan yang meracau
tentang buah tak pernah sampai ranum
sebab batang menolaknya.
meracau ikwal abjad-abjad yang gagal dituliskan
sebab ditolak oleh sang makna
Maka, yang sempurna adalah tanah
tempat segala rahasia disemai
pun segala nikmat yang kau sebut:kematian!
***
(ngawi, 01-2022)
Tjahjono Widarmanto, Lahir di Ngawi, 18 April 1969. Meraih gelar sarjananya di IKIP Surabaya (sekarang UNESA) Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, sedangkan studi Pascasarjananya di bidang Linguistik dan Kesusastraan. Buku puisi terbarunya Bersepeda dari Barat ke Utara sampai Tulang Rusukku Tumbuh Bulu (2021), setelah sejumlah buku puisi lainnya. Salah satunya, ‘Percakapan Tan dan Riwayat Kuldi Para Pemuja Sajak (2016) menerima anugerah buku hari puisi Indonesia tahun 2016. Juga menulis buku jurnalistik: ‘Pengantar Jurnalistik: Panduan Penulis dan Jurnalis (2016) serta ‘Marxisme dan Sumbangannya Terhadap Teori Sastra: Menuju Pengantar Sosiologi Sastra (2014).