/*/
berdiamlah dalam sarang warna dan irama garis ini, perempuanku
berdiamlah dalam sarang meditasi ini bersama gerak sunyi
lompatan-lompatan bangun, ruang dan lengkung
khusuklah dalam runcing garis sebab dalam tiap durinya
menyuguhkan empedu kangen yang membiakkan resah

perempuan, hikmati warna, lengkung, garis dan bidang ini
lupakan selamanya segala bilangan dan penanggalan

/**/
hai lelaki, jangan paksa aku tinggal dalam jeruji kemilau warna itu
setiap warna adalah isyarat dan kompas yang acap kali menyesatkan

jangan paksa aku menjalin sarang meditasi dari garis dan lengkung
apalagi bilik-bilik bulat, kerucut, kotak atau jajaran genjang

biarkan jiwaku bebas tentukan warna dan bentuk sendiri
biarkan kembara memilih biliknya sendiri.

/***/
maka kanvas itu melompong melambai:
inilah ruang meditasi kalian,
segala warna adalah hampa, segala bentuk adalah:
s u n y a r u r i !
***

2020-2021

Berbaring Sejenak Saja

Aku ingin bergegas pulang. Merebahkan tubuh di sofa. Mengenang lagi kalimat-kalimat cinta
yang dulu pernah berkerumun dan bersorak-sorai dengan gembira.

Aku ingin bergegas pulang. Jalanan kota makin padat dan sumpek dengan simpang-siur teka-
teki nasib. Aku ingin bergegas rebahkan tubuh dari lelah berlari-lari di antara debu dan
matahari. Stasiun, terminal dan motel-motel telah khianat menolakku istirah.

Aku ingin berbaring sambil melihat kembali garis tangan. Sambil mengingat nama-nama.
Sambil memandang abjad-abjad yang dipahatkan pada usia.

Ah, aku hanya ingin berbaring sejenak saja. Memanggil-manggil usia yang berderet sambil
memunguti bilangan-bilangan yang berloncatan dan berserak : duh, duh usia itu tetap saja
rahasia yang berdenyut-denyut di kelenjar urat tubuhku!
***

Ngawi, 04.2021

Tjahjono Widarmanto, Lahir di Ngawi, 18 April 1969. Meraih gelar sarjananya di IKIP Surabaya (sekarang UNESA) Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, sedangkan studi Pascasarjananya di bidang Linguistik dan Kesusastraan. Buku puisi terbarunya Bersepeda dari Barat ke Utara sampai Tulang Rusukku Tumbuh Bulu (2021), setelah sejumlah buku puisi lainnya. Salah satunya, ‘Percakapan Tan dan Riwayat Kuldi Para Pemuja Sajak (2016) menerima anugerah buku hari puisi Indonesia tahun 2016. Juga menulis buku jurnalistik: ‘Pengantar Jurnalistik: Panduan Penulis dan Jurnalis (2016) serta ‘Marxisme dan Sumbangannya Terhadap Teori Sastra: Menuju Pengantar Sosiologi Sastra (2014).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *