suatu malam lelaki itu menanamku di tempat tidurnya
dengan hati-hati agar tak membangunkan jendela,
cermin atau kipas angin di sudut kamarnya.
aku pun tumbuh menjalar sepanjang ranjang
melelapkan lelaki itu lebih dalam dan tenang
menjaga dari denging nyamuk, dengkur angin,
ataupun igauan mimpi
karena itu semua hanya membuatnya tak henti berlari dalam tidur.

terus tumbuh hingga daun-daunku menyentuh langit-langit
di mana mata lampu tak henti menatap
dan pucuk-pucuk jemariku mencoba mengusap
kaca jendela yang mendadak enggan terbuka.
lelaki itu telah membuatku merasa paling menarik
lalu aku menumbuhkan bunga tercantik
membuat cermin iri lalu menyembunyikan diri

dengan meminjam wajah setiap benda di depannya.
ia juga membuatku merasa paling dicintai
lalu aku menumbuhkan buah termanis
yang terus bernyanyi dan berpuitis
“hanya burung hantu yang punya
nyanyian kematian semerdu suaraku”
bisikku pada kipas angin yang hanya menggelengkan kepala.
***
Karawang, 21 Juli 2021

Di Halaman 25

aku menyimpan perahumu
dalam lipatan buku harianku
bertahun lalu.
sepanjang hari selalu kuingat
pada halaman dua puluh lima
di baris ketiga tanpa titik atau koma.
kutaburi sedikit pasir
agar aroma laut tetap melekat erat
di sudut kuletakkan jangkar
agar kelak mengakar
dalam hati hingga jauh ke dasar

selalu kuingat hingga di hari
ke dua puluh lima bulan ini
kumasuki halaman itu kembali.
sungguh!
Allah masih menjaganya tetap di sini.
ombak angin ciptaan-Nya
tak membawa hanyut.
bahkan ditumbuhkan kelapa,
pada tepian halaman
menambatkan setiap kepergian
betapa riuh,
kelomang berkejaran di sekitar sauh

sadarkah bahwa kita tak pernah jauh?
sungguh,
telah ada jua sebuah dermaga
tempat aku menetap dan menatap
cakrawala dimana mata harimu
akan selalu terbit dan terbenam 
dalam hatiku.
***
Karawang, 12 November 2021

Winarni Dwi Lestari, lahir di Tuban dan kini tinggal di Karawang, Jawa Barat.  Saat ini menekuni usaha property.  Studi terakhir adalah Sarjana STT Telkom.  Puisinya pernah dimuat di media cetak maupun online. Pecinta puisi dan masih terus belajar menulis puisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *