Ayo Kita Mengasong Saja, Ayah! – Abul Muamar
Cerpen, edisi 395 Oktober 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/kita-mengasong-saja-ayah/ Anak perempuan itu berusaha menawarkan dagangannya kepada seorang perempuan paruh baya berpenampilan flamboyan. Di bawah terik matahari yang menyengat, suara dan sosoknya tertelan oleh keriuhan para pedagang lain sehingga perempuan paruh baya dari luar kota itu tidak menangkap keberadaannya. Namun, anak itu masih berusaha […]
Maksum Datang Lagi – Eric Sasono
Cerpen, edisi 392 Juli 2025 Perkenalkan, Maksum. Kulitnya legam karena terbakar sinar matahari. Rambut dipotong cepak dan badannya kekar. Ia datang ke rumah pakai baju hijau kusam dan sepatu kulit warna coklat, yang kotor tapi masih tampak kuat. Saya kenal sepatu itu karena dulu milik saya yang dialihkan sebagai pengganti sepatunya yang sudah tak punya […]
Mat Walid dan Serangga-Serangga Paling Merepotkan – Hari Niskala
Cerpen, edisi 390 Mei 2025 Petang sepulang menengok petak yang hendak ditanami jagung, Mat Walid memikirkan lagi satu jenis rencana mulia. M-u-l-i-a, begitu ia mengeja satu per satu huruf dari kata yang jarang keluar dari mulutnya. Rencana tersebut pernah ia bicarakan dengan guru Biologi, beroleh pujian setinggi langit sebelum si guru Biologi mati akibat serangan […]
Darwis, Sebuah Kisah Senja dan Kenangan – Muhammad Solihin Oken
Cepen, edisi 389 April 2025 Darwis akhirnya menyadari bahwa hidupnya sekarang jauh berjarak dari potongan gambar klise dalam kamar gelap. Waktu membuncah kehadiran subjek dirinya pada potongan gambar. Bayang gambar muncul dan hidup menjadi foto. Foto itu hidup menjadi dirinya. “Kau ingin menempuh waktu, Darwis? Atau sedang, atau telah? Atau melepaskan waktu dari foto-foto, mungkinkah?” […]
Perempuan Kelabu – Rinanda Tesniana
Cerpen, edisi 388 Maret 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/perempuan-kelabu/ Aku sebenarnya suka perempuan yang berdiri di sisi kananku. Perempuan berambut panjang coklat, hidung bangir, dagu lancip, dan sorot mata sendu. Perempuan yang berwajah menarik namun kuberi nama Perempuan Kelabu. “Mengapa Perempuan Kelabu?” teman di sisi kiriku bertanya dengan bisik amat pelan. Aku tertawa. […]
Perempuan Yang Gemar Meminta Maaf – Juli Prasetya
Cerpen, edisi 386 Januari 2025 Aku sudah mengenal banyak perempuan. Tapi sungguh tak mengerti apa yang benar-benar mereka pikirkan atau apa yang benar-benar mereka inginkan. Orang-orang selalu bilang perempuan hanya ingin dimengerti tapi seringkali mereka sengaja berdiri sebagai misteri: menjadi sebuah teka-teki yang tak pernah selesai, menjadi sebuah kasus kejahatan yang tak terungkap, atau memang […]
Persekutuan Terlarang – M. Arif Budiman
Cerpen, edisi 385 Desember 2024 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/persekutuan-terlarang/ Entah berapa lama aku terdampar, terlelap, dan tersentak bangun di ruangan ini. Ruangan serupa menara kontrol sebuah stasiun ruang angkasa. Hampir seluruh dindingnya berupa layar monitor berukuran mega. Sementara di bawahnya berjejer meja dengan dilengkapi tombol-tombol beraneka warna. Tidurku tadi terusik oleh suara bising […]
Warung Kejujuran – Liston P Siregar
Cerpen, edisi 385 Desember 2024 Istriku doyan membeli buah dan sayur langsung dari petani di kawasan pedesaan. Bukan dari mobil pick-up terbuka milik para penjual di tepi jalan raya -yang dia yakin: “Paling beli dari supermarket tapi sok-sok hasil tani sendiri”. Para pembeli, menurutnya, adalah orang-orang kota yang malas menelusuri jalan-jalan kampung yang sempit tapi […]
Petisi Burung – Daeng Maliq
Cerpen, edisi 383 Oktober 2024 Di sebuah pulau besar yang dipenuhi pepohonan, segala sesuatu berjalan sesuai aturan alam. Burung- burung melambung tinggi di langit biru, memeluk pepohonan tua yang tegak kokoh, tempat sejarah mereka tertulis dalam angin dan daunnya. Namun, semua berubah ketika seorang raja dari pulau seberang datang membawa pasukan. Hutan-hutan mulai ditebang, sungai-sungai […]
Monumen Keadilan – Edhie Prayitno Ige
Catatan, edisi 381 Agustus 2024 Di kampung Isar tinggal seorang koruptor yang tertangkap tangan dan sudah selesai menjalani sidang. Ia memang jagoan, peristiwa apapun selalu saja bisa mempergemuk pundi-pundi uangnya. Ulahnya itu membuat warga menjadi geram. Mereka berdoa dan mengutuk agar sang koruptor cepat mati. Berbeda dengan koruptor pada umumnya yang fokus menggasak uang negara, […]