Di Bawah Merah Putih yang Basah – Djoko Subinarto

Cerpen, edisi 405 Agustus 2026 Embun masih menggantung di ujung daun kelapa, berkilau memantulkan cahaya mentari yang baru muncul dari peraduannya. Udara dingin merayap masuk lewat celah-celah papan rumah. Dari beranda rumahnya, Adi Suganda, 78 tahun, menghirup udara pagi dalam-dalam, merasakan aroma tanah dan rumput yang masih basah. Di hadapannya, tiang bendera, dengan Merah Putih […]

Kirana di Antara Derita dan Ludah Lintah – Fitri Rusandi

Cerpen, edisi 405 Agustus 2026 Aroma malam selalu bermula dari bau karat yang basah -sisa hujan sore tadi yang terjebak di sela-sela roda besi gerbong tua yang terbengkalai. Di sudut mati perlintasan kereta, saat riuh kota meliuk menjadi sunyi yang mengancam, cahaya neon dari kejauhan hanya mampu mengirimkan sisa kemilau yang ringkih. Cahaya temaram itu […]

Balada Seorang Perempuan dan Suaminya – Mufti Wibowo

Cerpen, edisi 404 Juli 2026 Ia lupa pernah mengira rumah adalah tempat yang hangat. Bukan bangunannya, melainkan suara-suara kecil di dalamnya: sendok yang beradu dengan piring, anak kecil yang berlari-sembunyi di kolong sempit, atau seseorang yang bertanya apakah hari ini melelahkan. Ia percaya tembok dan atap rumah bisa melindungi penghuninya dari kesepian sebagaimana drone militer […]

Kota Arkanda – Ilham Wahyudi

Cerpen, Edisi 403 Juni 2026 Lima belas tahun yang lalu, Tuan Arkanda membangun sebuah menara kaca setinggi 32 lantai di jantung Kota Purnatama. Bukan gedung perkantoran biasa. Menara kaca itu dirancang dengan fasad kaca impor dari negeri jauh, memantulkan langit dan matahari sehingga siapa pun yang melintas akan melihat bayangan dirinya sendiri, kecil dan terdistorsi. […]

Kebohongan Berlapis – Djoko Subinarto

Cerpen, edisi 400 Maret 2026 Ruang redaksi di lantai empat Gedung Pancasona sudah mulai sunyi. Marsel -nama lengkapnya Marsel Hendrawinata- wartawan investigasi harian Harapan Rakyat, masih menatap layar laptop dengan mata lelah, dan sedikit merah. Di atas meja, cangkir kopinya sudah kosong. Ponselnya tiba-tiba bergetar, menampilkan pesan dari nomor tak dikenal: “Iklan pemerintah bukan sekadar […]

Tak Ada Lagi Orang Berjalan Kaki di Kampung Kami – Mahrus Prihany

Cerpen, edisi 400 Maret 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/tak-ada-lagi-yang-berjalan-kaki-di-kampung-kami/ Pertanyaan yang sama dan berulang dari adik, kakak, dan orangtuaku itu cukup menggelitik selama beberapa hari ini. Pertanyaan yang tak begitu penting rasanya, tapi sungguh aneh bagiku. “Mengapa tak naik sepeda motor?” Begitulah, setidaknya aku mendengar pertanyaan itu beberapa kali dalam sehari. Sungguh tak […]

Nyak – Idrus F Shahab

Cerpen, edisi 399 Februari 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/nyak/ Di bilangan Condet, Jakarta Timur, ada marawis* yang berbunyi sendiri. Tiada yang tahu secara pasti kapan dan bagaimana gendang-gendang pipih beraneka ukuran itu akan berbunyi, kecuali seorang perempuan tua: Nyak.*** Memandang deretan marawis yang ditata rapih di dinding rumahnya yang berkapur putih, Nyak menghela […]

Larung Tulah – Heri Haliling

Cerpen, edisi 398 Januari 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/larung-tulah/ Aku adalah meranti merah yang telah berusia tiga ratus lima puluh tahun. Tinggiku menjulang seratus dua puluh kaki, batangku luas hingga sepuluh manusia dewasa berpegangan tangan pun tak akan mampu melingkupiku.  Aku adalah saksi. Dari tempatku berpijak di lereng bukit dekat anak Sungai Kahayan, […]

 Detik Detik Perempuan – Ilham Wahyudi

Cerpen, edisi 396 November 2025 Tak pernah ada yang benar-benar mudah bila menyangkut dirinya. Hal yang remeh-temeh bisa menjelma perkara besar bila tak sesuai di hatinya. Namun, begitulah konon dia diciptakan sebagai penguji, terutama bagi pasangannya.  Ingin Diyakinkan, Tapi… (Satu Minggu Sebelum ke Bioskop)Tak ada yang lebih mendebarkan daripada ketika dia sedang bersiap-siap. Terlebih bila menyangkut […]

Tanda Lahir – Mikhail Sholokhov (Diterjemahkan dari Bahasa Rusia oleh Victor Pogadaev

Cerpen, edisi 396 November 2025 1.Di atas meja tampak kelongsong peluru yang berbau mesiu terbakar, tulang kambing, peta daerah, laporan berita, tali kekang berbau keringat kuda, dan sepotong roti. Semuanya di atas meja sedangkan di bangku kayu, Nikolka Koshevoi, komandan pasukan berkuda duduk dengan bersandar rapat pada ambang jendela. Di celah jarinya yang kaku kedinginan, […]