Dahaga – Khanafi

kubiarkan dahaga ini menampung seluruh binatangyang menyebar di segenap pembuluh darahdan meraung di lambung-lambung yang kerontangtak ada oase di padang perutku, sepenuhnya ia gurundan kuletakkan jiwaku serupa majnun di sanadan kelaparan menjadi kerinduan, menjadi alammenjadi kuburan Laila, laila,laila ha illallah… kuhempas-hempas diri sebagai debuaku hanya debu di telapak kakimuo al Musthafa, bersikap lembutlah padakubiar terik […]

Selepas Pagi – Alexander Robert Nainggolan

selepas pagi, ia menjelma jadi puisi yang paling perih. yang tak bisa dikabarkan dengan kata bahkan untuk sekadar luka. namun dari bayangan punggungmu, selalu ada wajah ibu menunggu. meski terasa tirus kurusnya membungkus. dan di kota ini, kita selamanya menjelma jas hujan yang asik menampung segala keluh oleh kenangan lepuh. padahal ia hanya ingin menikmati […]

Lelaki Di Ujung Jendela – Ilham Wiji Pradana

Semenjak musim kemaraudaun-daun di pukul anginada yang tiada dari ada Setiap kali sehabis subuhlelaki itu merenungdi jendela yang sudah kusutAngin dingin memeluksetiap napas lunglainya Lelaki di ujung jendelaMerenung dikala kesepianRumahnya yang luas itu;Kosong, kesepian selalu menghampiri. Lelaki itu; senantiasamendengarkan suit-suit burungAda yang tiada dari lamunannyaAngin selalu puas dengan desirnyaGelombang senantiasamencintai bibir pantai Lelaki di ujung […]

(Bukan) Topeng Berdarah – Faustina Hanna

:kupukupu malam menerkanerkadi pucuk panah sebelah mana kau karamkan biduk pelayaranmu beribu malam. sedang pandai tajamnya belum tentu jadi serupa sebam melupa jejakjejak petualanganmu. sebab hati masih saja remuk sebagaimana persegi terungku –ia tak tergoreskan tuntas oleh tintatinta gagal penghuni tiap depa lailah yang membedah semburat hasrat. sedari potret jaman digiring kusir mimpi hingga titik […]

Kampung Melayu, 21-6-1994 – Idrus F Shahab

(Sebuah lagu lamaKetika penguasa menyamakan kritik dengan tantangan berkelahi….)  Sore ini, Selasa, 21 Juni 1994 iring-iringan yang berisik dengan doa dan serapahsampai juga di ujung gang  Sore ini, tiga mayat hangat tibadi beranda rumah kita..Yang satu itu milik kita  Kawan, nyanyikanlah bagimu negeri, jiwaraga kami Gumamkanlah salawat badarMalam ini, ada arwah yang bangkit dari kuburnya*** Sungai Moskow di atas Sungai Moskow masa lalu telah […]

Bungkam – Aries Munandar

Sudah dibilang,Jangan keras, membatuMenerjang pusaran kuasakuAkan ada arus pasti melibasmu Kurasa kau bukan tak tahuBetapa digdaya tajikuAtau mungkin kau sekadar mengujiMengadu nyali Ini kali kedua kau berpolahTerentak lagi tidurku seketikaDeraan lampau tak membuatmu jeraMalah makin pongah Kau memang bukan lawan sepadanNamun, penamu teramat menghunjamBikinku meriang semalaman Kali ini tak ada kompromiKulumat sudah kebebasanmu,Berangus!*** Serdam,  21 […]

(1) Yang Bertandang di Sepertiga Malam – Ann Fathu

Kaukah, senja yang bertandang di sepertiga malam? Mengetuk pintu di pagi buta, meringkuk di sudut beranda.Padamu yang tak pandai menunggu, kau datang dari rindu yang terlalu rindu, mengaduk hati-hati yang riuh oleh senyap. Kau yang datang dari garis antara.PadaMU yang telah mengambil tawa, membuat hati binasa. Dengan dalih lupa, kata-kata enggan menyapa, rindu-rindu itu berkelindan […]

Meditasi Rahwana – Tjahjono Widarmanto

akulah sang durjana itu!tudinglah aku dengan segala nista dan kutuk paling serapahagar sejarah mencatatku sebagai dajjalnamun sesungguhnya kukorbankan tubuh jiwakujadi simbol kegelapan: agar kau tahu cahaya! dan ingatlah, aku tak mati-mati.*** 2022 Kupanggil Derita Biarlah, biar dia melesat ke dalam jiwa paling palungdi kedalamannya paling pusar kusiapkan sarangnyatempat segala api membakar tempat segala dingin menggigilsarang […]

Ketika Kehilangan Menyisakan Nyeri – Faris Al Faisal

Malam mengakar dan menancap pada lingkar matakuHilang binar, mungkin ada lebam yang mulai menghitam Aku melihat dia pergi tanpa diikuti bayangannya Padahal cintaku telah sempurna cahaya purnamaPutihnya, dan ketika kehilangan menyisakan nyeri sekali Yang kurasakan hari-hari tentu akan terasa beratSungguh, beberapa kenangan masih meniupkan rindu Aku heran perasaanku yang kadang benci dan kadang cinta Tidakkah […]

Daun-daun Yang Gugur di Karawaci – Alexander Aur Apelaby

: kepada PW, DT, TP Di KarawaciPada tahun-tahun yang lampauKita memungut daun-daun gugurLalu meletakkannya dalam pikiranSeraya mencernanya Dengan kehendak yang kokohAgar memeluk kebenaran Hari ini Di KarawaciDi bawah dahan-dahan pohon yang kokohKita memungutResah yang berguguranDari wajah-wajah getirYang pada tahun-tahun lampauMenakik harapanPada daun-daun yang gugur***Desember, 2020 Reruntuhan Rasa Asing Ke sebuah persimpangan jalanIa menatap dari ketinggian apartemenOrang-orang berjalan […]